Malanginspirasi.com – Pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Prancis vs Irak pada 23 Juni 2026 pukul 04:00 WIB turut menarik perhatian salah satu pengajar Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Cor Jesu Kota Malang, Henry Saputro Wibowo, S.Pd.
Sebagai seorang guru bidang studi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), ia memiliki passion untuk mengikuti perhelatan bergengsi ini dengan menyatakan dukungan kepada Les Bleus.
Tentunya, Henry juga menjagokan tim ayam jantan itu keluar sebagai pemenang dalam laga penting di Grup I ini.
Bagi Henry, dukungannya terhadap Prancis bukanlah hal baru, melainkan sebuah kecintaan mendalam yang telah terpupuk sejak masa kanak-kanak.
“Saya menjagokan Prancis. Kenapa saya memilih negara ini? Pada dasarnya saya suka dan selalu menjagokan tim ini di segala kejuaraan mulai saya SD,” ujar Henry dengan antusias kepada wartawan Malang Inspirasi.
Baca Juga:
Laga Ketat Grup F, Dosen Unikama Ini Prediksi Belanda Menang dengan Skor Tipis Atas Jepang
Ketua PWI Malang Raya Jagokan Inggris Juara Piala Dunia FIFA 2026
Menurut analisisnya, Prancis di bawah besutan Didier Deschamps memiliki modal yang jauh lebih besar daripada sekadar taktik di atas kertas, yaitu mentalitas pemenang dan kedalaman skuad yang luar biasa mewah.
“Prancis tim yang memiliki mental juara yang kuat. Tahun ini kayaknya Prancis akan menjadi kandidat kuat juara. Apalagi kalau melihat komposisi pemain negara ini, tidak bakal kehabisan stok pemain hebat karena regenerasi selalu ada,” tambahnya.
Henry menyoroti lini depan Prancis yang dihuni oleh nama-nama besar nan mematikan seperti Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé.
Ketajaman lini serang ini, menurut Henry, didukung penuh oleh solidnya lini tengah dan belakang yang kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi di kancah dunia.
Komposisi seimbang inilah yang membuatnya yakin Irak akan menghadapi tembok besar dini hari besok.
Olahraga: Ruang Karakter dan Ekspresi di SMPK Cor Jesu Malang
Sebagai guru PJOK, Henry melihat bahwa daya tarik sepak bola dan olahraga secara umum memiliki korelasi kuat dengan apa yang ia ajarkan sehari-hari kepada para siswanya.
Bagi Henry, olahraga bukan sekadar urusan menendang bola atau aktivitas fisik yang menguras keringat, melainkan sebuah instrumen penting untuk membentuk manusia seutuhnya.

“Kita semua pasti tahu dan pasti merasakan waktu sekolah dulu, mapel olahraga adalah salah satu mapel yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Di SMPK Cor Jesu Malang, mapel PJOK bukan sekadar mata pelajaran fisik, melainkan sebagai ruang siswa-siswi untuk berekspresi, mengenal nilai-nilai sportivitas, wadah untuk mengembangkan karakter anak, dan sebagai pengenalan kepada anak-anak tentang pola hidup sehat sejak dini,” papar Henry menjelaskan esensi profesinya.
Komitmen untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkarakter ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.
Henry mengakui bahwa salah satu keunggulan utama sekolah yang berlokasi di Jln Jaksa Agung Suprapto Malang ini mendukung tumbuh kembang minat dan bakat siswa adalah ketersediaan infrastruktur yang sangat menunjang.
“Menurut saya yang membuat kami unggul yaitu fasilitas. Cor Jesu memiliki lingkungan yang luas dan asri, itu membuat pihak sekolah dapat menyediakan fasilitas yang cukup lengkap dan memadai,” jelasnya.
Henry optimis bahwa nilai-nilai sportivitas.yang ada pada tim-tim juara dunia seperti Prancis—mulai dari kerja keras, kerja sama tim, hingga mental pantang menyerah—dapat diinternalisasikan dengan baik oleh anak-anak didiknya.
“Intinya sekolah kami akan selalu berusaha mewadahi dan mengembangkan minat bakat siswa-siswi,” pungkas Henry menutup perbincangan.







