Malanginspirasi.com – Fenway Sports Group (FSG), pemilik Liverpool FC, tengah menjalin pembicaraan dengan konsorsium investor yang dipimpin pengusaha Britania-India Amit Bhatia terkait penjualan saham minoritas strategis di klub Premier League tersebut. Hal ini dikonfirmasi FSG dalam pernyataan resmi pada Juli 2026.
“Sebuah konsorsium investasi yang dipimpin, dikelola, dan diwakili oleh Amit Bhatia telah menyatakan minat untuk melakukan investasi minoritas strategis di Liverpool Football Club,” demikian pernyataan juru bicara FSG.
Bhatia, 46 tahun, adalah menantu raja baja India Lakshmi Mittal. Ia baru saja mengundurkan diri dari dewan direksi dan menyerahkan sahamnya di Queens Park Rangers (QPR) kepada pemilik mayoritas Ruben Gnanalingam. Mengakhiri keterlibatannya selama hampir 19 tahun di klub Championship itu.
Langkah Bhatia tersebut dipandang sebagai langkah strategis menjelang pembicaraan dengan FSG.
Menurut laporan media, termasuk The Guardian dan Financial Times, konsorsium Bhatia menawarkan sekitar £1,35 miliar (Rp32,4 triliun) untuk sekitar 30 persen atau hampir sepertiga saham Liverpool. Angka tersebut menempatkan valuasi klub di kisaran £4,5 miliar (Rp108 triliun).
Pembicaraan dilaporkan telah berlangsung sekitar tiga bulan. Meski begitu, FSG menekankan bahwa negosiasi masih berada pada tahap awal dan belum ada kesepakatan final.
[🟢] MAJOR BREAKING: A consortium including the Amazon founder Jeff Bezos is closing in on a deal to buy a roughly one-third stake in Liverpool Football Club.
The deal will see Mr Bezos participate in an investor group alongside Eduardo Saverin, one of the co-founders of the… pic.twitter.com/ROu9xrrx4m
— Anfield Sector (@AnfieldSector) August 10, 2026
Keterlibatan Jeff Bezos
Laporan terpisah menyebutkan bahwa pendiri Amazon, Jeff Bezos, telah dihubungi untuk bergabung dalam konsorsium tersebut. Bezos, yang saat ini berada di jajaran orang terkaya dunia dengan kekayaan ratusan miliar dolar, kemudian mengadakan diskusi terkait peluang memperoleh ekuitas di Liverpool.
Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyatakan bahwa jika kesepakatan tercapai, Bezos berpotensi mendapatkan bagian saham. Hanya saja sejumlah laporan, termasuk dari Sky News, mencatat bahwa Bezos belum memutuskan untuk melanjutkan keterlibatannya.
Bezos sebelumnya diketahui pernah mengeksplorasi peluang kepemilikan waralaba NFL, tetapi belum pernah memiliki klub sepak bola profesional.
Konsorsium Bhatia juga didukung secara finansial oleh keluarga Mittal, yang kekayaannya diperkirakan mencapai puluhan miliar pound sterling. Bhatia sendiri memiliki latar belakang perbankan investasi di Morgan Stanley sebelum membangun bisnis di bidang konstruksi, properti, dan private equity.
Terbuka Peluang Saham Minoritas ke Mayoritas
FSG mengakuisisi Liverpool pada 2010 seharga £300 juta (Rp7,2 triliun). Sebelumnya, grup tersebut pernah menjual sebagian kecil saham (sekitar 3 persen) kepada Dynasty Equity.
Investasi minoritas kali ini, jika terwujud, akan memberikan injeksi modal signifikan. Sambil tetap mempertahankan kendali mayoritas di tangan FSG di bawah John W. Henry.
Beberapa analisis menyebutkan kemungkinan struktur “path to control”, di mana pembelian saham minoritas strategis dapat membuka jalan bagi konsorsium untuk meningkatkan kepemilikan di masa depan.
Akan tetapi, hingga awal Agustus 2026, pejabat klub, termasuk CEO Liverpool, menegaskan bahwa pembicaraan masih dalam tahap awal dan merujuk kembali pada pernyataan FSG sebelumnya.
Pembicaraan ini muncul di tengah periode transisi di Anfield, termasuk pergantian pelatih dan perubahan struktural di level senior. Valuasi yang dilaporkan lebih tinggi dibandingkan beberapa transaksi saham minoritas di klub Premier League lain dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga saat ini, baik Bhatia maupun perwakilan Bezos belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru. FSG dan konsorsium Bhatia juga belum mengonfirmasi detail jumlah saham atau nilai pasti tawaran.








