HUT 39 Arema FC, Manajemen Blak-Blakan Terkait Transfer Pemain dan Harga Tiket

malanginspirasi.com – Manajemen Arema FC membeberkan berbagai langkah strategis klub dalam menyambut musim kompetisi baru bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke 39.

CEO Arema FC Iwan Budianto bersama General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi membeberkan hal tersebut dalam tayangan podcast resmi Arema FC Official TV pada 10 Agustus.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Budianto menegaskan bahwa klub saat ini masih berada dalam fase pemulihan berkelanjutan pasca-Tragedi Kanjuruhan 2022.

Manajemen bahkan meminta seluruh jajaran, termasuk pelatih kepala Marcos Santos, untuk tidak membebankan target juara secara sesumbar yang justru bisa menjadi beban psikologis bagi tim.

“Fokus utama Singo Edan saat ini adalah terus melakukan perbaikan di semua lini, mulai dari penataan manajemen, komunikasi sponsor, hingga penguatan fondasi skuad,” katanya.

Baca Juga:

Kalahkan Arema 1-0, Persebaya Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Arema FC Takluk 0-1 dari Persib Bandung di Piala Presiden 2026

Sementara itu, mengenai komposisi pemain, Yusrinal Fitriandi berhasil menjalankan proses perekrutan secara rapi tanpa ada satu pun perburuan pemain yang bocor ke publik sebelum diikat kontrak.

Manajemen menerapkan strategi dengan mendahulukan pengamanan fondasi pemain lokal berkualitas di posisi vital, seperti kiper, bek, dan gelandang.

Setelah sektor lokal terpenuhi, barulah slot pemain asing disesuaikan untuk melengkapi kebutuhan taktik tim.

Harga Tiket

Sementara itu, menanggapi sorotan publik terkait penetapan harga tiket tribun sebesar Rp150.000, Iwan Budianto menyampaikan permohonan maaf kepada para Aremania sekaligus memberikan penjelasan rasional di baliknya.

Penyesuaian harga tiket tersebut terpaksa dilakukan karena adanya penurunan kapasitas stadion setelah penerapan penataan single seat demi menjamin keselamatan penonton.

“Setelah kejadian Stadion Kanjuruhan kita harus berbenah. Yang  tadinya 45ribu tiket bisa dijual, sekarang 21.600. Kalau kita tidak meningkatkan harga tiket, itu bisa menjadi chaos yang lain. Walaupun kita tahu resikonya, sepi. Kalau bisa ramai alhamdullilah, tapi kalau tidak bisa ramai yang penting tidak jadi ribut,”jelasnya.

Selain itu, biaya pengamanan dan operasional penyelenggaraan pertandingan pasca-tragedi melonjak drastis hingga mencapai ratusan juta rupiah per laga.

Meski penetapan harga tiket terbilang tinggi, manajemen tetap menghadirkan sejumlah skema kemudahan bagi suporter melalui program diskon pemegang KTA presidium, paket family bundling, serta komitmen menciptakan atmosfer tribun yang lebih aman, nyaman, dan bebas asap rokok bagi keluarga.

Manajemen berharap para pendukung memahami penyesuaian ini demi terciptanya pengelolaan klub yang lebih profesional dan berkelanjutan.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *