Malanginspirasi.com – Sebuah pasangan suami istri di Indonesia menyita perhatian publik atau viral setelah memberi nama “Ali Khamanei” kepada bayi laki-laki yang baru mereka lahirkan. Penamaan ini tentu bukan sekadar pilihan nama biasa, melainkan simbol penghormatan, kecintaan, serta kedekatan emosional antara masyarakat Indonesia dan Iran.
Bayi laki-laki tersebut lahir di Provinsi Riau pada Selasa, 24 Maret 2026, di Rumah Sakit Bunda Anisyah.
Menurut unggahan yang viral di beberapa platfrom media sosial seperti Instagram, Facebook dan X sejak akhir Maret dan awal April 2026, orang tua sang bayi sengaja memilih nama tersebut untuk mengenang Ayatollah Sayyid Ali Hosseini Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang syahid pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara dalam konflik regional.
“Pilihan nama ini bukan sekadar nama, tetapi menjadi simbol penghormatan, kecintaan, dan kedekatan emosional antara masyarakat Indonesia dan Iran,” demikian bunyi caption akun Instagram Pusat Kebudyaan Iran di Jakarta.
Tak hanya di Indonesia. Kedutaan Besar Iran di Minsk, Belarusia, juga turut memposting penamaan bayi yang baru lahir dengan nama pemimpinnya.
Индонезийская пара назвала своего новорождённого ребёнка „Али Хаменеи pic.twitter.com/GTsIi5XX6p
— Embassy of I.R. of Iran in Minsk (@IRANinBELARUS) April 4, 2026
Hal itu menunjukkan bahwa nilai, pemikiran, dan keteladanan Khamenei melampaui batas geografis serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi baru. Penamaan ini juga digambarkan sebagai wujud indah jalinan persahabatan dua bangsa yang dibangun atas dasar saling menghormati dan solidaritas.
Didoakan Netizen
Peristiwa ini cepat menyebar di media sosial dan menuai berbagai komentar positif. Banyak warganet mendoakan agar bayi tersebut tumbuh menjadi anak saleh, berakhlak mulia, serta mewarisi kehebatan almarhum Khamenei.
Salah satu komentar yang mencuat berbunyi, “Semoga menjadi bayi yang tumbuh sholeh berakhlak mulia seperti Ali Khamenei dan menjadi pemimpin presiden Indonesia yang takut kepada Allah, sayang kepada rakyatnya, adil dan makmur, tidak tunduk kepada asing.”
Penamaan ini menjadi salah satu bentuk simpati masyarakat Indonesia terhadap Iran di tengah situasi geopolitik pasca-wafatnya Khamenei dan pengangkatan putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin baru.
Fenomena ini menunjukkan betapa nama seorang tokoh dunia dapat “dilahirkan kembali” di berbagai belahan bumi sebagai bentuk penghargaan dan harapan akan nilai-nilai yang diwariskannya.







