Tantangan dan Masa Depan Pendidikan Vietnam
Meskipun sukses, sistem pendidikan Vietnam kini menghadapi tantangan baru seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi.
Phung Duc Tung, Direktur Institut Penelitian Pengembangan Mekong, menyebutkan bahwa kebutuhan dunia kerja telah berubah, dengan semakin banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja dengan keterampilan manajemen tim dan kemampuan kompleks lainnya—keterampilan yang saat ini belum banyak diajarkan di sekolah-sekolah Vietnam.
Selain itu, peningkatan urbanisasi menyebabkan perpindahan penduduk ke kota-kota besar, yang akhirnya membebani sekolah-sekolah di perkotaan.
Banyak guru mulai meninggalkan profesi mengajar untuk mengejar pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi di sektor swasta.
Bagaimana dengan Pendidikan Indonesia?
Jika dibandingkan dengan Vietnam, Indonesia masih memiliki PR besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan hasil PISA 2022, Indonesia merupakan terendah yang pernah diukur oleh PISA dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains.
Ketimpangan pendidikan antar daerah, antara perkotaan dan pedesaan, serta antara siswa dari keluarga kaya dan miskin masih menjadi masalah utama.
Meskipun pemerintah Indonesia telah mengalokasikan 20% dari APBN untuk pendidikan, efektivitas penggunaan anggaran ini masih perlu ditingkatkan. Sebagai perbandingan, Vietnam berhasil memanfaatkan dana pendidikan untuk memastikan bahwa kurikulum terus diperbarui, standar pengajaran diperbaiki, dan pemerataan pendidikan tercapai.
Sistem pendidikan di Indonesia juga perlu lebih berfokus pada peningkatan kualitas guru. Saat ini, meskipun ada banyak program pelatihan guru, hasilnya belum maksimal saat diterapkan pada kelas.
Guru di Indonesia sering kali dibatasi oleh kurikulum yang kaku dan metode pengajaran yang kurang fleksibel. Di sisi lain, guru di Vietnam diberi kebebasan untuk berinovasi dan lebih interaktif dalam pengajaran, yang terbukti meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.
Selain itu, masyarakat Vietnam memiliki komitmen yang kuat terhadap pendidikan, didorong oleh nilai-nilai Konfusianisme yang mendalam. Orang tua di Vietnam bahkan rela mengeluarkan biaya untuk les privat agar anak-anak mereka bisa meraih prestasi lebih tinggi.
Sementara di Indonesia, meskipun pendidikan dianggap penting, masih banyak hambatan yang perlu diatasi agar semua anak bisa mendapatkan akses pendidikan berkualitas, terutama di daerah terpencil.







