Malanginspirasi.com – Di tengah gelombang popularitas kosmetik Korea yang mendunia, sebuah tren baru kini mengguncang pasar domestik di negeri asal KPop itu. Jor-joran menawarkan produk kecantikan murah meriah namun berkualitas tinggi.
Raksasa ritel fesyen daring, Musinsa, baru-baru ini meluncurkan lini perawatan kulit bertajuk Musinsa Standard Beauty dengan harga yang sangat bersaing. Delapan produk yang ditawarkan dibanderol antara 3.900 hingga 5.900 won (sekitar Rp 45.000 hingga Rp 68.000).
Respons pasar luar biasa: beberapa set perawatan kulit esensial ludes terjual dalam tiga hari pasca-peluncuran. Ini membuktikan daya tarik kuat produk ekonomis di kalangan konsumen.
Keberhasilan ini didukung oleh ekosistem manufaktur kelas dunia Korea Selatan. Produsen kontrak ternama seperti Cosmax dan Kolmar Korea memungkinkan merek untuk memangkas biaya dengan mengelola proses dari perencanaan hingga produksi.
“Kemitraan dengan produsen terpercaya memungkinkan kami menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, yang jelas diminati pelanggan,” ujar seorang pejabat Musinsa.
Medan Pertempuran Harga Kosmetik
Persaingan harga kosmetik Korea kian sengit di Daiso, jaringan toko serba ada yang menetapkan harga maksimal 5.000 won (Rp59.000).
Puluhan produsen kosmetik berlomba memperebutkan tempat di rak Daiso untuk menjangkau konsumen muda.
Pemain besar seperti Amorepacific, LG Household & Health Care, dan Aekyung Industrial turut meramaikan pasar dengan meluncurkan lini eksklusif Daiso di bawah sub-merek mereka.
Merek lokal seperti Dr.G dan Medipeel juga turut mempercepat pertumbuhan segmen ini.
Data menunjukkan, pada paruh pertama 2025, jumlah merek kecantikan di Daiso melampaui 100, naik 66 persen dari tahun sebelumnya, dengan lebih dari 800 produk kosmetik kini tersedia.
Penjualan kategori kecantikan Daiso melonjak 144 persen pada 2024 dan tumbuh 110 persen pada paruh pertama tahun ini.
“Masuk ke Daiso memberikan peluang untuk melacak tren dan menguji respons konsumen, terutama di kalangan anak muda,” ungkap seorang sumber industri, menyebut ruang rak Daiso sebagai keuntungan strategis.
Toko Serba Ada dan Strategi Diversifikasi
Selain Daiso, jaringan toko serba ada seperti CU, GS25, dan 7-Eleven juga gencar mempopulerkan kosmetik murah.
Produk perawatan kulit dan kosmetik warna kini dijual dengan harga 3.000 hingga 5.000 won (Rp35.000 hingga Rp59.000).
Strategi ini menargetkan demografi muda untuk mendorong pembelian lintas kategori.
“Kosmetik memiliki umur simpan panjang dan margin keuntungan tinggi, menjadikannya produk strategis,” ujar seorang pejabat industri.

Tekanan dari Tiongkok
Tren kosmetik murah juga didorong oleh persaingan dari Tiongkok.
Platform seperti Temu dan AliExpress menawarkan produk kecantikan hemat yang dikirim langsung ke Korea.
Menurut Statistik Korea, pembelian secara online kosmetik dari negeri tirai bambu itu mencapai 21,6 miliar won pada kuartal kedua 2025, naik 38,1 persen dari tahun sebelumnya.
Merek kosmetik Tiongkok seperti Flower Knows, yang dikenal dengan kemasan estetis ala dongeng, bahkan membuka pop-up store di Seongsu-dong, Seoul.
Brand tersebut dilaporkan juga akan segera meluncurkan toko online.
“Dulu, kosmetik Tiongkok identik dengan kualitas rendah. Kini, mereka bergaya, berkualitas tinggi, dan tetap terjangkau,” kata seorang sumber industri.
Masa Depan Industri Kecantikan Korea
Langkah Musinsa dan ekspansi toko serba ada mencerminkan perubahan besar dalam industri kecantikan Korea.
Dengan fokus pada produk bernilai ekonomis, didukung manufaktur canggih dan strategi distribusi inovatif, kosmetik murah berkualitas kini menjadi magnet baru bagi konsumen domestik dan global.
Persaingan ini tidak hanya menguntungkan pembeli, tetapi juga mendorong inovasi yang terus mengukuhkan posisi Korea sebagai salah satu pusat kecantikan dunia.







