Pendonor Haid Bertanya, dr. Yudha: “Boleh Asal Sehat dan Penuhi Syarat”

Malanginspirasi.com – Kegiatan donor darah di Omah Mantri, Sabtu (6/9/2025), menyisakan momen menarik ketika salah satu pendonor bernama Ifi Astutik menanyakan perihal boleh atau tidaknya donor darah saat menstruasi. Pertanyaan ini disampaikan langsung kepada dr. Yudha, pemilik Omah Mantri sekaligus penyuluh kesehatan pada acara tersebut.

Menanggapi hal itu, dr. Yudha menjelaskan bahwa secara medis, donor darah saat menstruasi diperbolehkan asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu.

“Tidak masalah donor darah ketika sedang haid, asalkan kondisinya sehat, tidak mengalami perdarahan berat, serta lolos pemeriksaan hemoglobin. Jika hemoglobin rendah, tentu akan kami sarankan untuk menunda hingga benar-benar normal,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Yudha juga merinci beberapa syarat utama yang harus dipenuhi agar donor darah saat haid aman dilakukan.

Pertama, pendonor harus lolos tes skrining hemoglobin dengan batas normal 12,0 – 15,5 g/dL. Kedua, tidak mengalami nyeri atau kram perut yang berlebihan. Ketiga, tidak sedang dalam kondisi perdarahan haid yang berat. Keempat, tidak mengalami sakit atau infeksi, dan kelima, tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik, pengencer darah, atau obat steroid.

d
Seorang peserta donor darah tengah menjalani proses registrasi dan pengecekan data oleh panitia di Omah Mantri Cafe, Sukolilo-Jabung, Sabtu malam (6/9/2025). (Musthofa)
Syarat Donor Darah Saat Haid

Meski umumnya donor darah boleh dilakukan ketika sedang haid, dikutip dari hellosehat.com, Anda harus memenuhi syarat untuk bisa melakukannya dengan aman.

Berikut syarat agar bisa donor darah saat menstruasi.

1. Lolos Tes Skrining Hemoglobin

Menstruasi bisa membuat kadar hemoglobin di dalam darah menjadi lebih rendah.

Untuk itu, Anda perlu melakukan tes skrining hemoglobin terlebih dahulu sebelum donor darah saat sedang menstruasi.

Tes ini dilakukan untuk menghitung kadar hemoglobin di dalam darah. Anda umumnya boleh melakukan donor darah jika memiliki kadar hemoglobin yang normal.

Jika hasil tes menunjukkan kadar hemoglobin di dalam darah terlalu rendah, Anda akan diminta untuk menunda donor darah hingga kadar tersebut mencapai batas normal.

Kadar hemoglobin normal.

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Berdasarkan American Red Cross, batas normal kadar hemoglobin pada wanita yaitu 12,0 – 15,5 g/dL dengan kadar maksimal untuk menjadi pendonor tidak lebih dari 20 g/dL.

2. Tidak Mengalami Nyeri atau Kram Akibat Haid

Saat sedang haid, Anda mungkin akan mengalami nyeri atau kram. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh kontraksi otot rahim yang menghasilkan terlalu banyak prostaglandin.

Rasa nyeri dan kram perut saat haid bisa bertambah parah jika tubuh mengalami kondisi lain yang juga memicu senyawa prostaglandin, termasuk saat tubuh menjalani donor darah.

Maka dari itu, jika Anda mengalami nyeri atau kram akibat haid, Anda akan diminta untuk menunda donor darah hingga saat Anda selesai haid.

3. Tidak Mengalami Perdarahan yang Berat

Jika mengalami perdarahan berat saat menstruasi, Anda tidak disarankan untuk melakukan donor darah.

Perdarahan berat saat haid berisiko menyebabkan penurunan kadar zat besi di dalam darah dan memicu terjadinya anemia.

Apabila tetap melakukan donor darah saat haid dalam kondisi perdarahan hebat, kondisi tubuh Anda bisa menjadi terlalu lemas atau kepala pusing

4. Tidak Sedang Sakit

Secara umum, orang-orang yang memiliki kondisi tertentu tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah, tidak terkecuali jika Anda seorang wanita dan sedang menstruasi.

Kondisi tersebut meliputi gangguan pembekuan darah bawaan dan infeksi seperti HIV, babesiosis, dan penyakit Chagas.

Anda juga tidak boleh melakukan donor darah jika sedang mengalami gejala seperti demam, batuk berdahak, atau merasa tidak enak badan.

5. Tidak Sedang Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Semua wanita, baik yang sedang haid atau tidak, dilarang melakukan donor darah jika sedang menggunakan obat tertentu. Obat yang dimaksud di antaranya steroid, antibiotik, obat pengencer darah, dan obat pencegah HIV.

“Jika semua syarat itu terpenuhi, donor darah tetap aman dilakukan meski sedang haid. Justru ini bisa menjadi bentuk kepedulian nyata kepada sesama yang membutuhkan,” tambah dr. Yudha.

Penjelasan tersebut memberikan pemahaman baru bagi peserta, bahwa donor darah tidak semata-mata dibatasi oleh kondisi menstruasi. Melainkan lebih kepada kesiapan fisik dan kesehatan pendonor itu sendiri.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *