Malanginspirasi.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pembaruan setelah menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Dikutip dari BBC, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memaparkan terdapat lebih dari 390 kasus yang diduga dan setidaknya 100 kematian yang dilaporkan.
Sebelumnya, WHO mengatakan wabah tersebut tidak memenuhi kriteria keadaan darurat pandemi.
Tetapi badan kesehatan dunia ini memperingatkan bahwa wabah tersebut bisa “jauh lebih besar” daripada yang telah terdeteksi sejauh ini.
Strain Ebola disebabkan oleh virus Bundibugyo, yang hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang disetujui.
Apa Penyebab Wabah Ini?
Ebola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan jarang terjadi, tetapi parah dan seringkali mematikan.
Ada tiga spesies virus Ebola yang menyebabkan wabah, dan yang ini dikenal sebagai Bundibugyo.
Penyakit ini menyebar antar manusia melalui cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah dan muntah.
Baca Juga:
Virus HMPV dari Cina Sudah Masuk Indonesia, Bukan Pandemi!
Sekitar 30 persen orang meninggal dalam wabah Bundibugyo sebelumnya.
Lama masa inkubasinya adalah gejala muncul antara dua dan 21 hari setelah terinfeksi.
Gejala awal muncul tiba-tiba dan seperti flu, seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan.
Seiring perkembangan penyakit, muntah dan diare berkembang dan organ tubuh tidak berfungsi dengan baik.
Beberapa pasien mungkin mengalami pendarahan internal dan eksternal.
Wabah dimulai ketika seseorang tertular Ebola dari hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah.
Vaksin yang tersedia saat ini adalah untuk spesies Ebola Zaire, tetapi tidak untuk Bundibugyo.







