Malanginspirasi.com – Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo akan menjadi pemeran utama dalam film ‘Descendants of the Sun’ versi layar lebar dari serial Korea fenomenal yang pertama kali tayang pada tahun 2016.
Film ini akan hadir di ajang Asian Contents & Film Market di Busan, yang berlangsung pada 10-13 Oktober.
Nantinya, film versi Indonesia ini menyadur kisah romansa utamanya ke latar tempat dan budaya yang khas Indonesia, namun tetap mempertahankan apa yang disebut pihak studio sebagai inti emosional dari versi aslinya.
Hanung Bramantyo, salah satu sutradara film box office terkemuka di Indonesia, memimpin proyek ini.
Sebelumnya, ia menyutradarai “Miracle in Cell No. 7″—versi Indonesia dari film Korea berjudul sama yang menempati peringkat kedelapan sebagai film domestik terlaris sepanjang masa di Indonesia.
Barunson E&A akan memulai penjualan internasional untuk film ini.
Perusahaan yang berbasis di Seoul dan dikenal sebagai produser film pemenang Academy Award karya Bong Joon Ho, “Parasite”, ini memproduksi film tersebut bersama Dapur Film, Tobali Putra Productions, NEWKO, dan Barunson C&C (anak perusahaan produksi mereka sendiri).
NEW (Next Entertainment World), pemilik hak kekayaan intelektual aslinya, juga turut bergabung sebagai perusahaan mitra produksi.
Proses produksi untuk kedua bagian film, yang syutingnya dilakukan secara berurutan telah rampung.
Bagian Pertama ditargetkan untuk tayang di bioskop Indonesia pada pertengahan tahun 2027.
Adaptasi ini hadir bertepatan dengan peringatan 10 tahun serial aslinya, sebuah tayangan yang dianggap banyak pihak berperan besar dalam memperkenalkan K-drama kepada penonton global.
Rekam jejak Rahadian mencakup film “Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash” yang memenangkan penghargaan Golden Leopard di Locarno, sementara Sastrowardoyo telah tampil dalam serial Netflix “Cigarette Girl” serta “The Fox King,” sebuah film yang tayang perdana di Toronto Film Festival.
“Sepuluh tahun berlalu, ‘Descendants of the Sun’ masih menjadi salah satu judul yang kerap disebut saat orang membicarakan awal mula gelombang K-drama,” ujar CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi.
Baca Juga:
“Kami memandang kekuatan kekayaan intelektual (IP) Korea ini sebagai titik awal, bukan titik akhir. Adaptasi ini menghadirkan kisah yang telah dikenal secara global tersebut di bawah ‘matahari’ yang berbeda, yakni dalam lanskap Indonesia dengan nuansa lokal yang khas. Proyek ini mempertahankan keakraban cerita yang sudah dikenal dan dicintai penonton, sekaligus membawanya ke dalam konteks baru yang—kami yakini—dapat menjangkau penonton di luar Indonesia,” kata dia.
“Sebagai produser di balik serial aslinya, saya sangat mengagumi cara sang sutradara menghormati semangat cerita tersebut sembari menciptakan kisah yang benar-benar bercita rasa Indonesia; saya yakin kisah ini akan memiliki dampak yang sama kuatnya di mana pun ia ditayangkan,” tambah Woosik Seo, CEO Barunson C&C sekaligus produser eksekutif film ini.
“Descendants of the Sun” menjadi judul utama dalam daftar proyek Barunson E&A di ACFM, yang juga mencakup “Satan’s Slaves: Origin”—prekuel dari waralaba horor karya Joko Anwar yang dua film pertamanya termasuk dalam jajaran film lokal terlaris di Indonesia.
Kemudian juga ‘Stoneborn’, sebuah misteri okultisme garapan tim kreatif di balik film ‘Exhuma’ yang dibintangi oleh Jongseo Jeon (dari film ‘Burning’ yang tayang di Cannes) dan Sul Kyung-gu (dari film ‘Possible Love’ yang tayang di Venice).
Selain itu juga ‘Ugly Duckling Ms. Maeng’, sebuah komedi yang tayang perdana di Busan International Film Festival sebelum dirilis di bioskop pada 28 Oktober.
Serial aslinya mencatatkan rating 38,8 persen di pasar domestik dan menjadi drama Korea pertama yang tayang secara bersamaan di Tiongkok.
Platform iQIYI mencatat lebih dari dua miliar penayangan streaming serta akhirnya didistribusikan ke lebih dari 30 wilayah, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Rusia.
Serial tersebut juga sangat populer di Indonesia satu dekade lalu, sehingga memicu antusiasme tinggi terhadap versi baru ini bahkan sebelum ada cuplikan gambar yang dirilis.







