Malanginspirasi.com – Pasar Buku Wilis Malang yang terletak di Jalan Simpang Wilis Indah, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menghadapi tantangan besar seiring berubahnya pola belanja masyarakat ke arah digital dan marketplace online.
Aktivitas pasar yang dulunya ramai kini mengalami penurunan. Meski demikian, para pedagang di pasar buku legendaris ini memilih beradaptasi, bukan menyerah.
Digitalisasi dijadikan jalan bertahan, sementara keyakinan terhadap masa depan buku fisik tetap dijaga.
Penurunan Signifikan Pascapandemi

Ketua Paguyuban Pasar Buku Wilis, Muharto, mengatakan penurunan kondisi pasar mulai terasa sejak pandemi Covid-19 dan dampaknya masih berlanjut hingga sekarang.
Jika sebelum pandemi aktivitas pasar bisa dikatakan berjalan normal, kini situasinya jauh berbeda. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui jurnalis Malang Inspirasi pada Selasa (16/12/2025).
Ia menyebutkan, pada periode 2022 hingga 2023 kondisi Pasar Buku Wilis sempat relatif lebih ramai dibandingkan saat ini. Namun, dalam satu tahun terakhir, penurunan kembali terjadi secara drastis.
“Hampir semua pedagang mengeluh mengalami penurunan. Tapi mau bagaimana lagi, kondisinya memang seperti ini,” tuturnya.
Meski mengalami penurunan, Muharto menambahkan bahwa Pasar Buku Wilis masih menunjukkan peningkatan aktivitas pada momen-momen tertentu.
Salah satunya terjadi menjelang dan pada awal tahun ajaran baru, ketika kebutuhan buku sekolah meningkat.
“Kalau momen awal tahun ajaran baru, biasanya pasar agak ramai. Ada peningkatan pengunjung, meskipun tidak berlangsung lama,” ujarnya.
Peralihan Jual Online
Menghadapi kondisi tersebut, mayoritas pedagang Pasar Buku Wilis mulai beralih ke penjualan online.
Muharto menyebut, sekitar 85 hingga 90 persen pedagang kini sudah memiliki toko di marketplace untuk berjualan.
“Sekarang mau tidak mau mengikuti arah digital. Kalau hanya mengandalkan penjualan offline di sini, ya berat,” kata Muharto.

Meski demikian, proses digitalisasi tidak sepenuhnya mudah. Kendala terbesar datang dari pedagang yang sudah lanjut usia dan belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Selain itu, beban biaya administrasi dan pajak platform online juga menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang kecil.
Perubahan juga datang dari sisi kebutuhan pembaca. Buku-buku mahasiswa kini banyak tergantikan oleh e-book dan jurnal digital kampus. Sehingga permintaan terhadap buku konvensional ikut menurun.
Penyesuaian Target Pasar
Menyikapi hal tersebut, sebagian pedagang mulai menyesuaikan jenis buku yang dijual.
Beberapa di antaranya beralih menjual buku anak-anak dan buku bacaan populer yang dinilai masih memiliki permintaan stabil.
“Anak-anak itu tidak mungkin terus dipegangi HP. Buku anak-anak masih dibutuhkan. Itu peluang yang masih ada,” jelas Muharto.
Meski aktivitas pasar menurun, Muharto menegaskan bahwa pergeseran ke digital bukan berarti akhir dari buku fisik.
Menurutnya, buku cetak memiliki nilai dan pengalaman membaca yang tidak bisa digantikan oleh e-book.
“Buku itu tidak ada matinya. Pengalaman membaca buku dengan membolak-balik kertas itu beda dengan e-book,” ungkap Muharto.
Ia menilai, buku cetak tetap memiliki ruang tersendiri. Terutama bagi pembaca yang menjadikan membaca sebagai proses reflektif, bukan sekadar konsumsi cepat informasi.

Soroti Dukungan Pemkot Malang
Terkait dukungan pemerintah, Muharto mengakui perhatian dari Pemerintah Kota Malang terhadap Pasar Buku Wilis Malang masih terbatas. Meski begitu, berbagai upaya promosi tetap dilakukan.
Pasar Buku Wilis Malang menerima kunjungan komunitas kampus hingga membuka ruang bagi kreator konten untuk memperkenalkan pasar ini kepada generasi muda.
Namun, menurut Muharto, dampak kegiatan tersebut masih bersifat sementara.
Keyakinan terhadap nilai buku fisik menjadi alasan Pasar Buku Wilis tetap bertahan hingga kini.
Bagi para pedagang, digitalisasi bukanlah akhir dari buku fisik, melainkan alat untuk memperluas jangkauan.
Sementara jiwa Pasar Buku Wilis tetap sama: menjaga denyut literasi dan menghadirkan buku sebagai pengalaman, bukan sekadar produk.








