Malanginspirasi.com — PT. Biovisi Jaya Pratama hadirkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjawab tantangan pengelolaan limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur berskala besar.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia perlu memberi perhatian akan limbah dapur dari aktivitas memasak ratusan hingga ribuan porsi makanan setiap harinya.
IPAL Biovisi Dapur MBG, menghadirkan sistem pengolahan limbah dapur terpadu yang dirancang khusus untuk kebutuhan dapur berskala besar.
Baca Juga:
Program DM UB Transformasi Limbah Kambing Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomi Tinggi
Sistem Dua Jalur, Satu Solusi Lengkap

Produk unggulan IPAL PT Biovisi mencakup dua sistem utama.
Pertama, Grease Trap atau pengolah grey water yang bekerja melalui tiga tangki secara berurutan.
Pertama memisahkan minyak dari air cucian sebelum menyaring sisa makanan, serta menjernihkan air sekaligus menetralisasi pH.
Tahapan ini juga menurunkan kadar BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) sebelum air dibuang ke saluran lingkungan.
Kedua, septic tank kapasitas 4.000 liter untuk pengelolaan black water.
Septic tank tersebut menerapkan teknologi Bioball Honeycomb sebagai rumah bakteri pengurai, Karbon Aktif, Silika, dan Disinfektan guna memastikan air hasil olahan aman bagi lingkungan sekitar.
Fleksibel dengan Kemudahan Instalasi
Salah satu keunggulan produk ini adalah fleksibilitas instalasi.
Unit Grease Trap tersedia dalam tiga kapasitas 1.800 liter, 2.400 liter, dan 3.000 liter — dan dapat dipasang tertanam di dalam tanah maupun di atas permukaan sesuai kondisi lahan.
Sistem perpipaan yang sederhana memungkinkan proses instalasi berlangsung cepat dan efisien.
“Kami merancang produk ini agar mudah dipasang di berbagai kondisi lokasi, termasuk dapur SPPG yang lahannya terbatas,” ujar Hendri Wijaya, pemilik PT. Biovisi Jaya Pratama.
Harga Terjangkau dan Produksi di Tiga Lokasi Strategis
Biovisi menawarkan produknya dengan harga yang kompetitif.
Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, Biovisi beroperasi melalui tiga entitas produksi yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Barat, yakni PT. Biovisi Jaya Pratama di Sidoarjo, PT. Cahaya Rejeki Biovisi di Cirebon, dan PT. Biovisi Mega Perdana di Tasikmalaya.
Para pengelola SPPG perlu memberi perhatian bahwa pengelolaan limbah dapur bukan sekadar soal kebersihan, melainkan juga kewajiban dalam memenuhi standar sanitasi lingkungan.
Tanpa sistem pengolahan yang memadai, limbah minyak dan air cucian berpotensi mencemari saluran air dan tanah di sekitar lokasi operasional.
Kehadiran IPAL Biovisi dapat membantu dapur SPPG beroperasi secara tepat dan higienis.
Pembelian dengan harga spesial tersedia di bulan April hingga Juni 2026 dengan menghubungi PIC Hendri Wijaya melalui WhatsApp +62 823-5200-0369. (adv)







