Cabai dan Emas Picu Inflasi Bulanan Malang 0,18 Persen di Mei 2026

Malanginspirasi.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi bulanan sebesar 0,18 persen pada Mei 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur dan nasional yang masing-masing mencapai 0,28 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 berada di level 111,29. Secara tahun kalender (year-to-date), inflasi tercatat 1,22 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pada Mei 2026, Kota Malang mengalami inflasi year on year sebesar 3,1 persen dengan IHK 111,29,” kata Umar dalam rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (2/6/2026).

Pendorong Utama

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,06 persen. Kenaikan harga komoditas hortikultura, terutama cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah akibat gangguan pasokan menjadi faktor dominan.

Komoditas lain yang ikut mendorong adalah minyak goreng, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, dan solar.

Secara tahunan, emas perhiasan, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar.

Meski demikian, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga sehingga meredam laju inflasi. Komiditass-komoditas tersebut di antaranya adalah telur ayam ras, bawang putih, serta tarif transportasi online.

Kendati inflasi tahunan lebih tinggi dibandingkan Mei 2025, BPS menilai perkembangan harga di Kota Malang masih terkendali. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang dinilai cukup efektif menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *