MalangInspirasi – Desa Kucur dan Dusun Godehan di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menjadi sasaran utama Rollando dalam mengembangkan inovasi kopi fermentasi yang populer sebagai wine coffee.
Bahkan, pria yang juga seorang dosen farmasi di Universitas Ma Chung Malang ini mengajak para anggota PKK Dusun Godehan untuk memproduksi minuman granul jeruk.
“Dua program tersebut merupakan bentuk pengabdian yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal untuk menciptakan usaha berkelanjutan,”paparnya ketika dikonfirmasi Malang Inspirasi.
“Kegiatan ini berdasar keinginan memberdayakan masyarakat lewat pemanfaatan potensi lokal yang sering terabaikan,” imbuhnya.

Secara khusus, Rollando mengungkapkan upayanya mengembangkan wine coffee adalah untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi melalui teknik fermentasi, pengemasan, serta strategi pemasaran.
“Dengan demikian petani dapat lebih mandiri dalam mengelola bisnis kopi premium. Pasalnya, petani kopi di desa ini memiliki hasil panen berkualitas, tetapi belum maksimal dalam meningkatkan nilai jualnya,” katanya.
Rollando melanjutkan, ibu-ibu PKK di Dusun Godehan punya semangat berwirausaha namun minim akses dan keterampilan.
“Karena itu kami ingin meningkatkan keterampilan produksi mereka sekaligus melakukan pemasaran minuman berbasis jeruk. Hal ini tak hanya menciptakan peluang usaha baru tetapi juga mengurangi limbah pertanian,” urainya.
Pria berusia 35 tahun ini mengatakan kedua program pengabdian tersebut berhasil meningkatkan pendapatan petani kopi serta ibu-ibu PKK dari produksi dua produk tersebut.

Dari sisi sosial, masyarakat menjadi lebih mandiri, inovatif, dan memiliki keterampilan baru dalam berwirausaha.
Sementara itu, dari aspek lingkungan, kegiatan ini mengurangi limbah pertanian dengan memanfaatkan bahan lokal secara optimal. Mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan.







