Institut Asia Malang Pecahkan Rekor Dunia untuk Kreasi Mi Nusantara Terbanyak

Malanginspirasi.com – Institut Asia Malang mencatatkan prestasi gemilang pada penyelenggaraan Parade Mie Nusantara dalam rangka Asia Festival 2026, yang berlangsung di Begawan Plaza, Kota Malang, pada Sabtu (24/1/2026).

Festival yang digagas dan dijalankan sepenuhnya oleh mahasiswa semester tiga ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner Nusantara.

Tetapi juga berhasil memecahkan rekor dunia atas jumlah kreasi mi Nusantara terbanyak.

Rekor ini diverifikasi secara langsung oleh tim MURI, yang diwakili oleh Awan Raharjo, Direktur Marketing MURI, dan Brian Razu Ramadhan, S.Pd., Customer Relation Manager MURI.

Proses verifikasi juga melibatkan perwakilan dari Badan Pengurus Cabang Malang Raya Indonesian Chef Association (ICA BPC Malang Raya).

Juga didampingi panitia dari Institut Asia Malang dan pihak sponsor, Mie Bola Mas.

Institut Asia Malang Pecahkan Rekor Dunia untuk Kreasi Mi Nusantara Terbanyak
Awan Raharjo, Direktur Marketing MURI, menyerahkan piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Risa Santoso, Rektor Institut Asia Malang dan Cipto Suwarno Kurniawan, pemilik CV Omieku Food (Mi Bola Mas). (Ananda Putri Noviana)

Sebelumnya, rekor serupa pernah dicatat di Kota Semarang pada 2015 dengan 100 kreasi mi Nusantara.

Tahun ini, Institut Asia Malang menargetkan 120 varian mi Nusantara, yang masing-masing merupakan inovasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah proses verifikasi yang dilakukan hingga sore hari, tercatat 130 kreasi mi Nusantara yang berhasil disajikan dan diverifikasi, melampaui target awal.

Artikel Terkait:

Asia Festival 2026: Mahasiswa Institut Asia Malang Angkat Kuliner Nusantara

Proses Verifikasi Kreasi Mi Nusantara

Koordinator Humas Asia Festival 2026, Fajar Agil Heryanto, menjelaskan bahwa persiapan pemecahan rekor dimulai dengan pengajuan proposal resmi kepada pihak MURI.

Verifikasi dilakukan berdasarkan beberapa aspek. Antara lain nilai sejarah kuliner setiap daerah, proses pengolahan dan pemasakan, serta penggunaan bahan khas daerah.

Setiap kreasi mi diuji keasliannya dan dikonfirmasi apakah inovasi mahasiswa tetap mempertahankan identitas kuliner tradisional.

Institut Asia Malang Pecahkan Rekor Dunia untuk Kreasi Mi Nusantara Terbanyak
Awan Raharjo, Direktur Marketing MURI, saat meninjau produk dari tenant di Parade Mie Nusantara. (Ananda Putri Noviana)

“Pencapaian ini sangat penting bagi kami sebagai panitia, sekaligus menjadi kebanggaan pribadi dan kampus. Menjadi bagian dari tim yang berhasil memecahkan Rekor MURI memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan kepercayaan diri. Ini juga menjadi branding yang kuat bagi Institut Asia Malang,” ujar Fajar.

Pemecahan rekor diumumkan secara resmi oleh Awan Raharjo dan disaksikan oleh jajaran pimpinan Institut Asia Malang.

Termasuk Rektor Risa Santoso, B.A., M.Ed., Ketua Panitia Mas Adam, serta pihak sponsor Cipto Suwarno Kurniawan dari Mie Bola Mas.

Wujud Kolaborasi Kreativitas Mahasiswa
Institut Asia Malang Pecahkan Rekor Dunia untuk Kreasi Mi Nusantara Terbanyak
Awan Raharjo, Direktur Marketing MURI, menyerahkan piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Adam, Ketua Pelaksana Asia Festival 2026, dan Nur Elif, Kepala Divisi Inovasi dan Pengembangan Digital Institut Asia Malang. (Ananda Putri Noviana)

Dalam sambutannya, Awan Raharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperlihatkan kreativitas mahasiswa.

Tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kuliner.

“Kreasi mi Nusantara yang terhimpun hari ini menunjukkan keberagaman kuliner Indonesia sekaligus mengangkat inovasi mahasiswa. Dari target 120 kreasi, tercatat 130 varian mi Nusantara. Sehingga Festival Mie Nusantara 2026 berhasil memecahkan rekor dunia,” ujar Awan Raharjo.

Piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia dianugerahkan secara resmi kepada Institut Asia Malang dan Mie Bola Mas sebagai penggagas dan sponsor kegiatan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *