Malanginspirasi.com – Kapolsek Klojen, Kompol Moch Budiarto bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Kauman Aiptu Rudi Harmoko bersilaturahmi ke SMA Panjura yang berada di Jalan Kelud, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Senin, 18/05/2026).
Kepala SMA Panjura, Yuyun Ekawati, beserta jajaran guru dan perwakilan siswa di ruang tamu sekolah menyambut hangat kedatangan Kapolsek Klojen bersama personel disambut hangat.
Sambang sekolah merupakan salah satu program rutin Polsek Klojen setiap hari Senin sebagai bentuk pendekatan preventif dan preemtif di dunia pendidikan di wilayah hukum Polsek Klojen.
Kapolsek Klojen, Kompol Moch Budiarto, mengatakan selain silaturahmi kunjungannya menjadi sarana membangun komunikasi aktif antara kepolisian dan pihak sekolah.

“Tujuannya untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan, mendengar langsung aspirasi sekolah, sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar agar berjalan aman, nyaman, dan kondusif,” kata Kompol Budiarto.
Kompol Budiarto juga menyampaikan berbagai pesan edukatif terkait bahaya narkoba, kenakalan remaja, bullying, balapan liar, hingga penyebaran berita hoaks di media sosial.
“Narkoba, bullying, dan balapan liar sangat merugikan. Selain membahayakan diri sendiri, juga bisa berdampak hukum. Begitu juga dengan berita hoaks di media sosial, jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesannya di hadapan siswa.
Baca Juga:
Jaga Suasana Kondusif di Lingkungan Pendidikan, Kapolsek Klojen Kunjungi SMP Taman Harapan Malang
Kompol Budiarto juga meminta para pengurus OSIS dan siswa yang hadir agar menjadi pelopor disiplin dan menyebarkan pesan positif tersebut kepada seluruh siswa lainnya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam menjaga suasana sekolah yang harmonis, aman, dan bebas dari tindakan kekerasan maupun perilaku menyimpang.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kauman Aiptu Rudi Harmoko menambahkan dengan kehadirannya diharapkan bisa memperkuat kedekatan emosional dengan para pelajar.
“Kami ingin siswa tidak merasa takut dengan polisi, tetapi justru menjadikan polisi sebagai sahabat dan tempat berdiskusi ketika ada persoalan di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari,” jelas Aiptu Rudi.
Ia menegaskan bahwa komunikasi aktif antara sekolah, orang tua, dan aparat kepolisian sangat penting dalam mencegah munculnya potensi gangguan kamtibmas di kalangan remaja.
Kepala SMA Panjura, Yuyun Ekawati, menyambut positif kegiatan sambang tersebut.
Menurutnya, edukasi langsung dari pihak kepolisian memberikan pemahaman yang lebih kuat kepada siswa tentang pentingnya disiplin, etika pergaulan, dan penggunaan media sosial secara bijak.







