Malanginspirasi.com – Departemen Statistika, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya (FSTeM UB) mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (10/6/2026) dengan tema “Pemanfaatan Pivot Table untuk Memahami Analisis Data Statistik”.
Melibatkan 30 siswa dan 10 guru, tujuannya meningkatkan literasi digital dan kemampuan analisis data berbasis Microsoft Excel di lingkungan sekolah.
Pivot Table menjadi pilihan karena merupakan alat praktis namun berdampak besar dalam keseharian sekolah.
Guru dapat dengan cepat meringkas dan menganalisis data nilai, kehadiran, maupun data akademik lainnya.
Sementara siswa mendapat keterampilan dasar pengolahan data relevan dengan tuntutan dunia digital.
Kompetensi ini dinilai semakin penting di era saat kemampuan membaca dan mengolah data menjadi kebutuhan lintas bidang.
Sambutan Kepala SMAN 1 Sumberpucung, Iyut Meinarni, S.T., diwakili oleh Dra. Melaningrum Andarwati menyatakan apresiasi pihak sekolah atas terlaksananya program ini.
Mengingat kompetensi analisis data dipandang sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini, baik bagi guru dalam pengelolaan data akademik maupun bagi siswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Ketua program pengabdian ini adalah Dr. Darmanto, S.Si., M.Si., bersama tim dosen anggota yang terdiri dari Rahma Fitriani, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Suci Astutik, S.Si., M.Si.
Tim didukung anggota pendamping yaitu Diego Irsandy, M.Stat., M. Aji Alrasyid, M.Stat., Alexander Danan Jaya, dan Ahmad Afrizal Faizin.
Sepanjang kegiatan, peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus sesi praktik langsung menggunakan komputer yang tersedia di laboratorium sekolah.
Materi disampaikan secara bertahap dan saling berkesinambungan.
Diawali dengan pengenalan peserta serta persiapan data agar siap diolah, lalu berlanjut dengan pengelolaan data dalam bentuk tabel dan teknik penyaringan (filter).
Setelah itu, peserta mempelajari pembuatan Pivot Table dasar untuk meringkas data, menyajikannya secara visual melalui Pivot Chart.
Hingga akhirnya penggabungan seluruh materi tersebut menjadi sebuah mini dashboard data yang sederhana dan interaktif.
Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta.
Hasil perbandingan keduanya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan setelah peserta menyelesaikan seluruh rangkaian materi dan praktik.
Hal ini menandakan bahwa peserta tidak hanya memahami konsep secara teori tetapi juga mampu menerapkannya langsung dalam pengolahan data.
Baca Juga:
Green Chemistry Jadi Produk Inovatif Andalan Departemen Kimia FSTeM UB
Profesor Aktif UB Malang Kembangkan NPRP untuk Tingkatkan Kualitas Hasil Perah Ternak Ruminansia
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas keikutsertaan, seluruh peserta memperoleh sertifikat pelatihan.
Selain itu, tim pelaksana menyerahkan modul materi Pivot Table.
Isinya memuat panduan teori dan praktik secara terstruktur kepada pihak sekolah, agar guru dan siswa dapat memanfaatkan sebagai referensi mandiri setelah kegiatan berlangsung.
Respons peserta terhadap kegiatan ini sangat positif.
Salah seorang siswa menyampaikan penjelasan yang diberikan sangat mudah dipahami, meski berharap penyampaian materi dapat dilakukan sedikit lebih perlahan agar dapat diserap lebih optimal.
Sementara itu, seorang guru mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara FSTeM UB dan SMAN 1 Sumberpucung dapat terus berlanjut.
“Statistik sangat diperlukan bagi guru maupun siswa. Dengan kegiatan ini, mereka kini mengenal Pivot Table dan dapat mulai menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari,” ujar salah satu guru peserta pelatihan.
Melalui kegiatan ini, Departemen Statistika FSTeM UB berharap guru dan siswa SMAN 1 Sumberpucung mampu mengembangkan keterampilan analisis data secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan menengah, sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi digital, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi perguruan tinggi dengan sekolah.







