Malanginspirasi.com – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB menyelenggarakan kegiatan Alumni Sharing yang menghadirkan Catur S. Kurnia, Manajer Pembenihan PT. Advanta Seeds Indonesia, pada Selasa (4/8/2026) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk memperkuat kompetensi alumni mahasiswa dalam menghadapi dinamika sektor pertanian modern, khususnya pada bidang perbenihan.
Peserta kegiatan merupakan mahasiswa program sarjana dan magister dari Departemen Budidaya Pertanian, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, serta Departemen Ilmu Pertanian.
Dihadiri kurang lebih 410 peserta dari ketiga departemen tersebut yang memiliki keterkaitan sangat erat dengan bidang keilmuan di PT. Advanta Seeds Indonesia.
Mulai dari pemuliaan tanaman, produksi benih, teknologi budidaya, perlindungan tanaman, hingga pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan dipresentasikan pada kesempatan tersebut.
Baca Juga:
Damami Food and Frozen Ikut Ramaikan Bazar Dies Natalis ke-65 Fakultas Pertanian UB
Talkshow Fakultas Pertanian UB, Dorong Smart Farming demi Kemandirian Pangan
Acara turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, antara lain Dekan, seluruh Wakil Dekan, para Ketua Departemen, serta Ketua Program Studi Agroekoteknologi dan Ketua Program Studi Kehutanan.
Kehadiran para pimpinan fakultas menunjukkan komitmen FBiPK dalam membangun sinergi yang berkelanjutan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sebagai bagian dari penguatan kualitas lulusan.
Pesan Dekan FBiPK UB
Dekan FBiPK UB Prof. Mangku Purnomo, Ph.D. menyampaikan kegiatan Alumni Sharing merupakan bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat keterhubungan antara proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata dunia industri.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari para praktisi yang telah berpengalaman. Kehadiran alumni yang sukses berkarier di industri memberikan inspirasi sekaligus gambaran nyata mengenai kompetensi yang harus dipersiapkan sejak di bangku kuliah. Sinergi seperti ini diharapkan semakin memperkuat kualitas lulusan FBiPK” ungkap Prof. Mangku
Selain itu, juga berpesan kepada para alumni mahasiswa yang hadir agar terus menjadi pelopor di dunia.
Baik pelopor di dunia industri, riset, maupun usaha, agar almamater Universitas Brawijaya menjadi semakin baik reputasinya.
“Saya harapkan seluruh alumni mahasiswa FBiPK UB menjadi pelopor di segala bidang. Jika menjadi pengusaha, maka usahanya sukses duluan dari alumni yang lain. Kemudian jika ada yang jadi peneliti, penemuannya paling banyak se nasional. Semoga alumni FBiPK UB mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.
Pengalaman Profesional Catur S Kurnia
Kemudian dalam pemaparannya, Catur membagikan pengalaman profesionalnya selama berkarier di industri benih nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan industri pertanian saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang menguasai teori.
Tetapi juga memiliki etos kerja yang unggul, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi, berpikir kritis, mampu bekerja dalam tim multidisiplin, serta mampu menunjukkan value atau nilai dalam diri.
“Industri benih berkembang sangat cepat. Perusahaan tidak hanya mencari lulusan yang memiliki nilai akademik yang baik, tetapi juga individu yang mampu belajar secara berkelanjutan, berkomunikasi dengan baik, serta siap menghadapi tantangan global. Kampus menjadi tempat terbaik untuk membangun fondasi kompetensi tersebut sebelum memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bagaimana inovasi di bidang pemuliaan tanaman, teknologi produksi benih, quality control, hingga pengembangan varietas unggul menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan dunia.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan kunci untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian masa depan.
Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog mengenai peluang karier, kompetensi yang dibutuhkan industri, tantangan dunia kerja, hingga perkembangan teknologi perbenihan yang saat ini mulai mengintegrasikan digitalisasi dan pendekatan berbasis data dalam proses produksi maupun pengambilan keputusan.
Melalui kegiatan ini, FBiPK Universitas Brawijaya terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu menjembatani dunia akademik dengan dunia industri.
Harapannya kolaborasi bersama PT. Advanta Seeds Indonesia dapat terus berkembang melalui berbagai program strategis, seperti kuliah praktisi, magang, penelitian bersama, hingga pengembangan inovasi yang mendukung kemajuan sektor bio-industri pertanian dan kehutanan di Indonesia dan SDG’s #UniversitasBrawijaya_SDG4, #UniversitasBrawijaya_SDG9, #UniversitasBrawijaya_SDG15, #UniversitasBrawijaya_SDG17.







