Mahasiswa 3M FTAB UB Hibahkan Inovasi Mesin Rancang Bangun Alat Produksi Kacang Bawang di Klojen

Malanginspirasi.com – Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) Tahun 2026 menghadirkan inovasi teknologi tepat guna (TTG) berupa alat produksi kacang bawang terintegrasi spinner dan mixer bagi UMKM kacang bawang di Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (30/6/2026).

Dr. Wike Agustin Prima Dania sebagai ketua dari program ini  dengan anggota Prof. Bambang Susilo, serta didukung oleh 14 mahasiswa lintas disiplin dari tiga departemen di FTAB, yaitu Departemen Teknologi Industri Pertanian, Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi, serta Departemen Teknik Biosistem.

Kolaborasi dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM tersebut menjadi wujud implementasi tridarma perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif guna meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha pangan lokal.

Dr. Wike menjelaskan  pengembangan alat ini berlatar belakang  kondisi produksi UMKM kacang bawang di Kelurahan Klojen yang masih dilakukan secara sederhana.

“Berdasarkan hasil survei dan wawancara sebelumnya, proses penirisan minyak setelah penggorengan masih dilakukan secara manual menggunakan kertas merang selama tiga hingga empat jam, sedangkan pencampuran bumbu masih dikerjakan secara manual sehingga kurang homogen. Nah, kondisi tersebut akan menyebabkan proses produksi menjadi kurang efisien serta berpotensi memengaruhi kualitas, kerenyahan, dan daya simpan produk, sehingga kami merancang alat ini sebagai solusi,” paparnya.

Baca Juga:

Giat DOKAR di Jabar, Dosen TEP FTAB UB Membangun Kerja Sama Riset dan Publikasi

Program 3M FTAB UB Ajak Warga Ketawanggede Manfaatkan Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Lebih lanjut ia menjelaskan  alat yang dirancang tersebut mengintegrasikan dua fungsi utama dalam satu rangka vertikal.

Yaitu spinner untuk mempercepat proses penirisan minyak menggunakan prinsip gaya sentrifugal dan mixer untuk menghasilkan pencampuran bumbu yang lebih merata.

Desain yang ringkas dan hemat ruang disesuaikan dengan kebutuhan rumah produksi UMKM sehingga alat mudah dioperasikan, dipindahkan, maupun dirawat oleh pengguna.

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi tepat guna, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui proses produksi yang lebih higienis dan berkelanjutan.

Melalui inovasi ini diharapkan proses produksi kacang bawang menjadi lebih cepat, efisien, dan konsisten sehingga mampu meningkatkan kualitas produk serta nilai tambah bagi UMKM mitra.

Penggunaan alat spinner dan mixer terintegrasi diharapkan dapat mempercepat proses penirisan minyak dan pencampuran bumbu, meningkatkan kapasitas produksi, menghemat waktu proses, menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih seragam, serta memperpanjang umur simpan melalui penurunan kadar minyak yang tersisa pada produk.

Program 3M FTAB Universitas Brawijaya ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM mampu menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan industri pangan skala UMKM.

Inovasi ini diharapkan dapat direplikasi pada UMKM lain sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sesuai tagline kelompok mereka,”Mewujudkan Inovasi Pangan Tepat Guna untuk UMKM yang Lebih Efisien, Higienis, dan Berkelanjutan.”

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *