Kolaborasi Departemen Tanah FBiPK UB dan University of Goettingen, Jalin Penelitian Agroforestri Kopi

Pendidikan9 views

Malanginspirasi.com – Departemen Tanah (DT) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) terus mengembangkan kerjasama internasional melalui kolaborasi penelitian dengan salah satu perguruan tinggi top dunia, University of Goettingen, Jerman.

Kolaborasi penelitian internasional ini berupaya mengungkap secara akurat Potensi Agroforestri Kopi di Jawa Timur, khususnya sejauh mana kompleksitas sistem agroforestri kopi mampu menyerap karbon sekaligus menekan emisi gas rumah kaca non-CO₂ dan menjaga keberlanjutan produksi kopi.

Kolaborasi ini secara khusus mendukung SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui kajian potensi penyimpanan karbon dan dinamika emisi gas rumah kaca pada system agroforestry, serta mendukung SDGs 15 (Ekosistem Daratan) melalui pengembangan pengetahuan mengenai pengelolaan lanskap pertanian yang menjaga fungsi ekologis tanah dan vegetasi.

Kolaborasi penelitian internasional ini dijalankan oleh 3 orang dosen di Departemen Tanah FBiPK UB, Prof. Syahrul Kurniawan, SP., MP., Ph,D., Prof. Ir. Sri Rahayu Utami, MSc., Ph,D., dan Rizki Maulana Ishaq, SP., MP, sedangkan peneliti dari University of Goettingen meliputi Prof. Dr. Edzo Veldkamp dan Dr. Marife D. Corre yang berasal dari Department of Soil Science Tropical and Subtropical Ecosystems.

Kolaborasi Departemen Tanah FBiPK UB dan University of Goettingen menjadi ajang untuk pertukaran pengetahuan dan pengembangan jejaring akademik internasional (FBiPK UB)

Kegiatan kolaborasi penelitian ini merupakan salah satu bentuk implementasi MoU yang telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua institusi pada bulan Juli 2026.

Dalam implementasinya, kolaborasi penelitian ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Deutsche Forschungsgemeinschaft (DFG) atau German Research Foundation tahun 2026 – 2029.

Selama 12 hari di Malang, Prof. Dr. Edzo Veldkamp melakukan serangkaian kegiatan mulai dari menjadi keynote speaker dalam International Conference (The 2nd International Conference on Tropical Agroforestry in Indonesia / ICTAFI) pada tanggal 23 – 24 September.

Berlanjut survey lapangan untuk menentukan lokasi penelitian, dan diakhiri dengan diskusi timeline pelaksanaan kegiatan penelitian lapangan.

Kajian Penelitian: Agroforestri Kopi sebagai Solusi Hijau di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

Praktik budidaya kopi berbasis agroforestri di Jawa Timur sangat menarik untuk menjadi pusat perhatian riset iklim global.

Agroforestri merupakan sistem penggunaan lahan di kawasan tropis yang memadukan tanaman pepohonan atau semak dengan tanaman pertanian secara sengaja.

Integrasi ini menghadirkan interaksi ekologis dan ekonomi yang saling menguntungkan.

Dibandingkan dengan sistem pertanian monokultur (satu jenis tanaman), sistem agroforestri terbukti lebih efektif dalam menyerap dan menyimpan karbon (carbon sequestration), baik di atas tanah (aboveground) maupun di dalam tanah (belowground).

Baca Juga:

Hadir Sebagai Alumnus FBiPK UB, Wakil PM Timor-Leste Mariano Assanami Sabino Bakar Semangat Mahasiswa Baru

Namun, simpanan karbon (carbon stocks) antar-sistem agroforestri sangat bervariasi dipengaruhi oleh struktur vegetasi dan pengelolaannya.

Selain penyerapan karbon, penelitian terbatas sebelumnya mengindikasikan keunggulan lain dari agroforestri:

Penurunan Emisi Nitrous Oxide (): Gas rumah kaca berbahaya yang sering dipicu oleh pemupukan kimia intensif.

Peningkatan Serapan Metana (): Kemampuan tanah alami untuk menyerap metana dari atmosfer.

Meskipun demikian, bukti ilmiah mengenai gas non-CO₂ tersebut masih tergolong minim karena sangat sedikit penelitian yang melakukan pengukuran langsung di lapangan.

Saat ini, hampir belum ada studi yang mengukur penyerapan karbon sekaligus fluks gas rumah kaca non-CO₂ secara bersamaan dalam satu lokasi.

Jawa Timur  Sebagai Lokasi Penelitian

Tantangan utama dalam mengukur dampak iklim dari agroforestri terletak pada tingginya variasi sistem dan praktik pengelolaannya.

Untuk menjawab tantangan ini, Jawa Timur dipilih karena memiliki sejarah panjang dan variasi sistem agroforestri kopi milik petani di kawasan pegunungan pada tanah vulkanik yang subur.

Implementasi kegiatan kolaborasi penelitian diawali dengan penentuan plot agroforestry kopi khususnya yang berada di lereng Gunung Arjuno, Anjasmoro, dan Kawi.

Lanskap tersebut memberikan peluang untuk mempelajari bagaimana perbedaan kompleksitas vegetasi dan praktik pengelolaan lahan mempengaruhi fungsi ekologi system agroforestry.

Enam Hari Penentuan Plot Penelitian di Lereng Tiga Gunung di Kawasan Jawa Timur

Sebagai langkah awal pelaksanaan penelitian, tim kolaborasi melaksanakan kegiatan pemilihan dan peninjauan calon plot penelitian selama 6 hari yang dimulai tanggal 25 – 30 September 2026.

Kegiatan ini tersebar di kawasan lereng Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi, Jawa Timur.

Ketiga kawasan tersebut menjadi bagian dari Upaya tim untuk mengidentifikasi lokasi agroforestry kopi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Selama kegiatan survey pemilihan plot penelitian, tim peneliti melakukan pengamatan terhadap struktur dan komposisi jenis vegetasi, tutupan tajuk, kondisi tanah, serta pengelolaan apa saja yang telah dilakukan oleh petani pemilik lahan pada calon lokasi penelitian.

Hal ini menjadi tahapan penting untuk mengenali variasi system agroforestry yang dijumpai di lapangan dan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan rancangan penelitian yang akan dijalankan.

Pemilihan plot juga menjadi dasar untuk membangun perbandingan antarsistem agroforestry dengan tingkat kompleksitas yang berbeda.

Setelah rangkaian pemilihan plot selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antar tim peneliti Departemen Tanah FBiPK dan Universitas Goettingen.

Diskusi tersebut menjadi forum penting untuk membahas hasil pengamatan lapangan, mengevaluasi calon plot penelitian, serta menyelaraskan pemahaman mengenai rancangan dan tahapan pelaksanaan selanjutnya.

Pertemuan ini juga menjadi bagian penting dari koordinasi ilmiah antar tim dalam memastikan bahwa penentuan lokasi dan pengumpulan data/informasi dapat mendukung tujuan penelitian secara terukur.

Melalui diskusi tersebut, tim dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut sebelum memasuki tahapan pengukuran lapangan dan analisis laboratorium.

Memperkuat Kolaborasi Internasional untuk Climate-Smart Agroforestry

Kolaborasi antara Departemen Tanah FBiPK Universitas Brawijaya dan University of Goettingen diharapkan dapat memperkuat pemahaman ilmiah mengenai hubungan antara kompleksitas agroforestry kopi, simpanan karbon di atas dan di bawah permukaan tanah, serta fluks gas rumah kaca non-CO2.

Hasil penelitian nantinya diharapkan memberikan informasi yang relevan bagi pengembangan strategi pengelolaan agroforestry yang mempertimbangkan aspek mitigasi perubahan iklim dan keberlanjutan produksi kopi.

Selain menghasilkan pengetahuan ilmiah, kolaborasi ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas penelitian bagi SDM khususnya dosen di Departemen Tanah, di mana 1 orang dosen di DT FBiPK UB akan melanjutkan studi program Doktoral di University of Goettingen dengan penelitian kolaborasi ini.

Selain itu, kegiatan kolaborasi penelitian ini juga menjadi ajang untuk pertukaran pengetahuan dan pengembangan jejaring akademik internasional.

Melalui kolaborasi tersebut, Departemen Tanah FBiPK UB berupaya berkontribusi dalam pengembangan agroforestry kopi di daerah tropis dan pengelolaan lanskap pertanian yang berkelanjutan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *