Kembangkan Dynamic BIM untuk Konservasi Desa Adat Penglipuran Bali, Dosen ITN Ini Raih Gelar Doktor dari ITB

Dalam penelitiannya, Tomy melibatkan beberapa tahapan utama, yaitu identifikasi dan pengumpulan data, pengolahan data menggunakan teknik BIM dan model spasial, serta validasi hasil melalui analisis konservasi dan harmonisasi.

Ia menggunakan data drone tahun 2000, 2021, dan 2022 untuk melihat perubahan dan pemanfaatan ruang adat. Setiap tahapan penelitian dirancang untuk menghasilkan data yang dapat diintegrasikan ke dalam model Dynamic BIM. Sehingga memungkinkan pemantauan dan pengelolaan ruang adat yang dinamis dan berkelanjutan.

Dihasilkan pada tahun 2000 zona madya mencakup 88 persen dari luas total persil, ruang komersial dan tambahan masing-masing 6 persen. Tahun 2021 luas zona madya turun menjadi 86 persen, ruang komersial dan tambahan meningkat 7 persen. Ini menunjukkan adanya perkembangan dalam pemanfaatan ruang.

Kompleksnya model adat membutuhkan model BIM dan HDS untuk melakukan pengukuran survey. Tomy membuat tiga model, yakni adat, modernisasi dan kebijakan. Model adat berada di zona madya, model modernisasi di zona nista, sementara model kebijakan mengintegrasikan beberapa peraturan yang ada. Contohnya menyesuaikan tinggi bangunan tidak melebihi 15 m dan harus memiliki bangunan adat yang dilengkapi dengan ornamen.

“Dengan Dynamic BIM zona adat dapat dimodelkan secara detail, mencakup informasi geometri, material, dan fungsi sesuai aturan adat. Ini juga bisa mendukung pemantauan perubahan ruang secara real time dan mengurangi resiko penyimpangan dari ketentuan adat,” tuturnya.

Berfoto bersama di Teknik Geodesi dan Geomatika ITB. (Ist)

Pemanfaatan Citra Satelit

Diakui Tomy untuk konservasi teknologi ini belum sepenuhnya stabil. Untuk melihat ruang atau persil yang berubah tim monitoring survey tiap tahun harus ke lapangan. Sehingga secara dana masih tergolong mahal, kecuali kedepan ada pemanfaatan citra satelit dengan resolusi bagus dan dapat membuat model BIM yang akurat.

“Kedepan masih banyak peluang untuk dikembangkan. Harapannya ilmu geodesi bisa bermanfaat untuk masyarakat adat, pemerintah, dan pengelola adat. Dengan parameter mengikuti daerah setempat dan kebijakan yang ada,” tuntasnya.

Dari disertasi ini Tomy sudah menghasilkan luaran aplikasi, Scopus Q2, serta prosiding dan jurnal internasional.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *