Sosialisasi Dampak Pernikahan Anak dan Berbagai Isu Sosial Lainnya di SMP Sunan Kalijogo Jabung

Malanginspirasi.com – Untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang berbagai isu sosial yang dapat berdampak negatif pada masa depan mereka, SMP Sunan Kalijogo Jabung, Kabupaten Malang, menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi dampak pernikahan anak, pernikahan siri, kekerasan berbasis gender, serta tren penyimpangan seksual di kalangan remaja, Senin (3/3/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BERANI II Jawa Timur, yang berfokus pada pencegahan praktik berisiko serta perlindungan hak anak dan perempuan. Hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Rianti, bidan Desa Kemantren, serta anggota tim Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Jabung.

Dalam pemaparannya, Rianti menyoroti dampak buruk pernikahan anak dan pernikahan siri, yang sering kali membuat anak-anak kehilangan hak pendidikan dan kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender masih menjadi permasalahan yang perlu disikapi dengan serius, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Pernikahan anak dan pernikahan siri sering kali terjadi akibat tekanan sosial dan kurangnya pemahaman. Hal ini tidak hanya berdampak pada kehidupan anak itu sendiri, tetapi juga pada generasi berikutnya,” jelas Rianti.

Selain itu, isu mengenai tren remaja yang menyukai sesama jenis juga menjadi perhatian dalam sosialisasi ini. Tim Satgas PPA menekankan bahwa pemahaman agama, lingkungan sosial yang sehat, serta bimbingan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.

“Remaja perlu diberikan edukasi yang benar agar mereka memahami dampak dari perilaku menyimpang. Orang tua dan sekolah juga harus terlibat aktif dalam memberikan arahan. Juga membangun lingkungan yang positif bagi perkembangan anak-anak mereka,” ujar Ana Safira, anggota Satgas PPA.

Sambut Positif

SMP Sunan Kalijogo Jabung menyambut baik kegiatan ini. Mengingat sekolah tersebut memiliki jumlah siswa yang cukup besar dari berbagai desa di Kecamatan Jabung.

Kepala sekolah serta para guru berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman lebih luas kepada siswa. Khususnya mengenai bahaya pernikahan dini, pernikahan siri, kekerasan berbasis gender, serta pentingnya menjaga nilai-nilai moral dalam pergaulan sehari-hari.

Para siswa memperhatikan serius penjelasan dari Petugas Satgas PPA. (Musthofa)

Menariknya, program ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadan, sebuah momen yang tepat untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak. Terutama tentang pentingnya menjaga akhlak, pergaulan, serta memahami nilai-nilai agama secara lebih mendalam.

Dalam suasana Ramadan yang penuh refleksi, diharapkan para siswa lebih mudah menerima dan menghayati materi yang disampaikan.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, membantu menyebarkan informasi yang benar kepada teman sebaya serta keluarga mereka.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *