Rektor UMM Berikan Pernyataan Terkait Kebijakan Penutupan Prodi yang Tidak Relevan dengan Dunia Industri

Malanginspirasi.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. memberikan pernyataan terkait kebijakan pemerintah tentang penutupan program studi (prodi) yang tidak relevan dengan dunia industri.

Prof. Nazaruddin mengatakan bahwa tidak ada program studi (prodi) yang jenuh sehingga tidak perlu ditutup.

Ia mengatakan hal ini usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang berlangsung pada 2 Mei 2026 di lapangan Helipad UMM.

“Saya kira program studi itu tidak ada yang jenuh ya, tidak perlu ditutup,” katanya kepada awak media.

Menurutnya, apabila pendidikan itu orientasinya hanya dilihat lurus atau linier, link and match, dan match-nya sebatas pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya tentu sangat sempit.

“Jadi saya kira pendidikan itu tidak sekedar link and match tapi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan hidup atau lifeskill,” tegasnya.

Baca Juga:

Prodi D3 Perbankan dan Keuangan Vokasi UMM Gelar Sosialisasi Bersama Pemkab dan Dikdasmen PNF PDM Muhammadiyah Bojonegoro

Lebih lanjut, Prof Nazaruddin mengatakan bahwa lulusan tersebut juga harus memiliki kualitas untuk menjadi seluruh aspek kehidupannya yang bermartabat.

“Saya kira itu. Jadi luas. Jika hanya dikaitkan dengan bahwa profesi Pendidikan akan melahirkan guru dan seterusnya ya tentu sangat terbatas. Karena siapapun bisa jadi guru kan sekarang lalu apakah dengan demikian prodi yang kekurangan peminat lalu ditutup? Menurut saya pendidikan tidak ada yang jenuh,” pungkasnya.

Rektor UMM juga memaparkan bahwa UMM bertekad untuk memajukan kualitas pendidikan UMM.

Harapannya, UMM menjadi solution center excellence yakni institusi penghasil sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan berkualitas dan terbaik kepada semua pemangku kepentingan pendidikan.

“Yang kedua adalah sebagai mitra solusi strategis intinya terkait dengan incubator talent dan inovasi,” katanya.

Menurutnya, kampus harus mampu menciptakan kekuatan untuk membentuk talenta muda menjadi inkubator untuk melakukan inovasi.

“Yang ketiga, tentu saja, untuk memberikan solusi kepada problem yang dihadapi masyarakat, bukan menambah masalah,” pungkas Prof Nazaruddin.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *