Malanginspirasi.com – Warga Malang Raya masih merasakan ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung hampir dua pekan terakhir. Pemadaman ini memengaruhi aktivitas sehari-hari, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha kecil di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Menurut Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, serta pernyataan dari PLN UID Jawa Timur, pemadaman ini merupakan bagian dari manajemen beban untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Durasi pemadaman bervariasi, mulai dari 30 menit hingga maksimal 3–4 jam, tergantung lokasi dan kondisi jaringan.
Untuk pemadaman bergilir di wilayah Malang Raya, penyebab utamanya sama dengan yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa. Kendala teknis operasional pada pembangkit listrik dan gangguan pada dua unit pembangkit besar (salah satunya milik mitra swasta). Hal ini menyebabkan penurunan pasokan daya di sistem interkoneksi Jawa-Bali, termasuk Jawa Timur.
Di tingkat lokal, PLN UP3 Malang juga menyebut adanya pekerjaan penguatan sistem kelistrikan yang sedang berlangsung. Proses pemeliharaan dan perbaikan jaringan ini memerlukan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah titik.
Selain itu, faktor cuaca panas akibat El Niño meningkatkan beban permintaan listrik. Sedangkan pasokan dari beberapa sumber (termasuk batu bara berkualitas sedang) mengalami kendala.
PLN menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa pemadaman bersifat sementara. Mereka terus mempercepat perbaikan dan mengoptimalkan pembangkit cadangan agar pasokan segera normal.
Wilayah dan Durasi Pemadaman
Pemadaman tidak terjadi secara serentak di seluruh Malang Raya, melainkan bergilir di lokasi-lokasi berbeda setiap harinya.
Beberapa wilayah yang tercatat terdampak meliputi:
Kecamatan Pakis, Dau, Wagir, Turen (Desa Talok), Blimbing, Sukun, Kedungkandang.
Area lain seperti Sawojajar, Jalan Veteran, Jalan Tenaga Baru, dan sekitarnya di Kota Malang.
Pemadaman sering terjadi pada siang hari (misalnya pukul 12.00–15.00 WIB, pukul 14.00–17.00) atau malam hari, dengan durasi rata-rata 2–3 jam.
Seperti yang terjadi di sekitaran Sawojajar hari ini, Sabtu (20/6/2026), pemadaman terjadi pada pukul 13.30 hingga 16.30, atau kurang lebih 3 jam.
Rugikan Aktivitas Ekonomi
Gangguan ini cukup dirasakan warga dan pelaku usaha. Penjahit di Kota Malang melaporkan orderan hilang ratusan ribu rupiah karena listrik padam berulang kali saat jam produksi. Pelaku usaha kopi dan gaming center juga terganggu. Di sisi lain, lalu lintas sempat macet karena lampu lalu lintas padam.
Banyak warga mengeluhkan kurangnya pemberitahuan dini, meski PLN mengklaim telah mengirimkan informasi melalui pesan WhatsApp ke pelanggan terdampak.
Warga disarankan menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk melihat jadwal pemadaman, melaporkan gangguan, atau mendapatkan informasi terkini.
PLN menyatakan masih ada kemungkinan pemadaman bergilir berlanjut hingga pasokan sistem pulih sepenuhnya. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama di tengah cuaca panas yang meningkatkan kebutuhan listrik untuk pendingin ruangan.







