Malanginspirasi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyalurkan bantuan air bersih hingga 400.000 liter untuk masyarakat terdampak.
Gerak cepat ini seiring dengan musim kemarau 2026 yang mulai memicu ancaman kekeringan di sejumlah titik di Kabupaten Malang.
Berdasarkan data hingga Senin (24/8/2026), pasokan air bersih tersebut telah menjangkau enam lokasi yang tersebar di empat kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan bahwa penanganan bencana ini dilakukan secara proaktif.
Pihaknya tidak hanya menunggu laporan resmi dari pihak desa atau kecamatan, tetapi juga rutin turun ke lapangan untuk memantau situasi secara langsung.
“Memang berdasarkan dokumen hasil rapat koordinasi penetapan status tanggap darurat kekeringan, ada lima kecamatan yang terdata sebagai wilayah yang terdampak kekeringan dan memerlukan penanganan,” ucap Sadono saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Merujuk pada pencatatan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Malang, penyaluran air bersih telah menyasar enam desa di empat wilayah berikut:
Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe): Desa Sumberagung, Desa Kedungbanteng, dan Desa Sitiarjo.
Kecamatan Gedangan: Desa Tumpakrejo.
Kecamatan Sumberpucung: Desa Karangkates.
Kecamatan Donomulyo: Desa Sumberoto.
Kondisi Kecamatan Kalipare
Dari lima kecamatan yang masuk dalam pemetaan rawan kekeringan, Kecamatan Kalipare menjadi satu-satunya wilayah yang hingga kini belum menerima pasokan air bersih.
“Kalau Kalipare belum ada distribusi air bersih, dan belum ada pengajuan resmi dari wilayah tersebut. Berarti di sana (Kalipare) masih belum krisis,” jelas Sadono.
Meskipun secara historis pada tahun 2023 Kalipare sempat mengalami ancaman serupa, situasi saat ini jauh lebih terkendali.
Hal ini berkat keberhasilan intervensi infrastruktur air berupa program pengeboran sumur dan pipanisasi yang dikerjakan oleh Perumda Tirta Kanjuruhan bersama dinas-dinas teknis terkait.
Baca Juga:
BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi Jelang Kemarau Lebih Panjang dan Kering
“Program infrastruktur itu dinilai berhasil menekan risiko kekeringan secara signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya,” tegas Sadono.
Kendati demikian, BPBD Kabupaten Malang menegaskan tetap dalam posisi siaga. Pihaknya siap mendistribusikan bantuan air ke Kalipare kapan saja jika ketersediaan air masyarakat mulai menipis.
Dalam menentukan status tanggap darurat dan memprioritaskan penyaluran bantuan, BPBD menjadikan jarak akses warga menuju sumber air sebagai kriteria utama.
“Yang penting memenuhi kategori kering kritis, yaitu untuk wilayah yang jarak permukimannya lebih dari 3 kilometer dari sumber air,” pungkas Sadono.







