Kompor Biomassa ala Tim Ekspedisi Patriot UB Buka Peluang Energi Alternatif di Sorong

Pendidikan2 views

Malanginspirasi.com – Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2 Universitas Brawijaya (UB) menciptakan kompor biomassa sebagai teknologi tepat guna yang memanfaatkan sumber energi dari lingkungan sekitar.

Tim ini menjadi bagian dari Program Ekspedisi Patriot yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia

Hal ini sebagai kontribusi terkait kelangkaan minyak tanah masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi untuk memasak bagi rumah tangga dan pelaku UMKM.

Permasalahan ini perlu dijawab melalui inovasi teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi dan potensi masyarakat di wilayah pedesaan dan transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot 2 UB dipimpin oleh Dr. Ir. Anang Lastriyanto M.Si. dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) bersama anggota tim Istifar Yogi Prayogi, M. Amin Muzaki, Rebecca G Tampubolon, Vanya Paramitha Prihsatuhu, dan Maghfirah Rhamadani.

Dalam pelaksanaan program, tim melakukan pemetaan potensi, identifikasi permasalahan, koordinasi dengan berbagai pihak, serta mendorong penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim dari beberapa pelaku UMKM, kebutuhan minyak tanah untuk kegiatan produksi berada pada kisaran 15–30 liter, tergantung pada jumlah dan skala produksi masing-masing pelaku UMKM.

Data tersebut masih berupa kisaran berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari beberapa pelaku UMKM.

Sementara itu, untuk penggunaan kayu bakar, terdapat data yang lebih spesifik dari salah satu pelaku UMKM, yaitu Ibu Aria dari UMKM Keripik Aria, yang menyampaikan bahwa kebutuhan produksi menggunakan sekitar 1 truk kayu bakar dengan biaya Rp1,2 juta.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan energi yang cukup besar dalam kegiatan produksi UMKM sekaligus menunjukkan adanya kebutuhan terhadap alternatif sumber energi yang dapat dimanfaatkan secara lebih berkelanjutan dan sesuai dengan potensi lokal.

Manfaat Kompor Biomassa

Kompor ini dapat menggunakan bahan biomassa yang relatif mudah ditemukan oleh masyarakat, seperti kayu kering, serbuk kayu, batok kelapa, arang, dan bahan biomassa lainnya.

Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam memperoleh minyak tanah maupun harga dan ketersediaan gas yang menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan energi untuk memasak.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, kompor biomassa juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dalam mendukung kegiatan produksi.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan teknologi tersebut kepada masyarakat secara lebih luas, Tim Ekspedisi Patriot 2 Universitas Brawijaya mengikuti Pameran UMKM Nusantara yang dilaksanakan pada 21–22 Agustus 2026 di Alun-Alun Kota Aimas, Kabupaten Sorong.

Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya memperkenalkan kompor biomassa, tetapi juga melakukan demonstrasi secara langsung kepada para pelaku UMKM dan pengunjung pameran.

Melalui demonstrasi tersebut, tim menjelaskan penggunaan kompor serta bahan biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme dan respons positif dari para pelaku UMKM, pengunjung, serta pihak pemerintah yang hadir.

Pengenalan kompor biomassa turut mendapat perhatian dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sorong serta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

Baca Juga:

25 Dosen UB Jadi Bagian TEP 2026 untuk Perkuat Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Berikut merupakan tanggapan dari beberapa pihak yang hadir dan melihat langsung demonstrasi kompor biomassa:

Tanggapan Sutardjo Pongluturan, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sorong

“Pertama-tama saya sampaikan bahwa di Sorong itu adalah kota minyak, tapi kadang kita sulit mendapatkan BBM minyak tanah.

Demikian juga BBM yang lain.Nah, untuk itu memang kita bisa menggunakan yang tanpa minyak tanah.

Nah, pada hari ini di depan saya telah diperlihatkan bahwa kita tidak membutuhkan minyak tanah, tetapi boleh kita menggunakan kelapa atau kelapa, dan juga kita bisa menggunakan kayu.

Kompor biomassa ini mantap sekali, cocok untuk digunakan oleh UMKM, tetapi juga dapat digunakan oleh rumah tangga.

Saya berharap bahwa yang membutuhkan kompor biomassa dapat menghubungi. Nanti kami sampaikan nomornya, siapa yang dihubungi, supaya ini bisa digunakan di rumah tanpa minyak tanah.

Ini kita menggunakan listrik dan juga dia bisa diatur kecepatannya atau nyalanya, yang maksimum maupun yang minimum. Di daerah transmigrasi Klamono Segun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Demikian, Terima kasih.” (22/08/2026)

Tanggapan Jhony Weinand Dawan, Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Provinsi Papua Barat Daya

“Saya Jhony Weinand Dawan selaku Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Provinsi Papua Barat Daya bersama dengan semua anggota, saya berterimakasih kepada Universitas Brawijaya yang dimana boleh hadir disini memberikan materi dan langsung praktek dengan kompor yang tidak menggunakan gas dan minyak tanah. Bahan dasar utama dari arang dan kayu bekas yang kecil dan kita bisa setting sendiri dan hanya cok saja ke listrik langsung nyala dan ada settelan/ pengaturan.

Bagi saya JOS sekali, LUAR BIASA. mudah mudahan bermanfaat bagi kami UMKM di provinsi Papua Barat Daya.

Tergantung siapa yang berminat, bisa ambil.

Kalo saya senang sekali, kadang kita berkelahi karena minyak tanah tidak ada dan kadang berkelahi karena gas habis, seperti itu.

Apalagi saat ini gas itu mahal ya. Universitas Brawijaya number one. Luar biasa.” (22/08/2026)

Tanggapan Ny. Julike (Pelaku UMKM Sambal Roa)

“Sangat luar biasa, kami yang ada di Sorong kebanyakan kalo untuk bahan bakar kadang kami kendala kesulitan bahan bakar untuk kompor. Ada juga gas, tapi gas juga terbatas.

Ada juga orang orang diatas yang bisa jangkau tapi masyarakat ke bawah terkadang sulit. jadi, pengadaan kompor ini bagi saya itu sangat baik dan sangat bagus.

Dan, saya percaya bahwa apa yang sudah anda kerjakan dan karya yang sudah ada ini.

Saya percaya, akan sangat membantu mereka masyarakat yang berpenghasilan rendah sedang ke bawah.

Jadi, untuk saya, saya salut juga dengan cara ini saya melihat arang punya kita masa lalu kita pakai kompor arang hehehe.

Jadi, sangat baik untuk kita semua. itu aja tanggapan dari saya dan harapan dari saya kedepannya segara untuk diluncurkan hehehehe. (22/08/2026)

Tanggapan Ny. Aria (Pelaku UMKM Keripik Aria):

“Kalo menurut saya pribadi sangat bagus, kompornya itu disini, seperti ibu yang sebelumnya disini susah minyak dan gas juga mahal ini merupakan solusi yang tepat untuk rumah tangga khususnya untuk saya yang orang usaha itu kurang besar. Saya punya itu skala besar produksinya.

Minyaknya itu 1 kali masak wajan itu kurang lebih 20 liter dan itu kurang maksimal untuk kita pakai produksi. Jadi, kedepannya saya meminta yang skala besar. Karena kita untuk produksi yang maksimal.” (22/08/2026).

Pameran UMKM Nusantara Jadi Ajang Sosialisasi Kompor Biomassa

Pameran UMKM Nusantara menjadi salah satu ruang bagi Tim Ekspedisi Patriot 2 Universitas Brawijaya untuk memperkenalkan kompor biomassa secara langsung kepada masyarakat dan pelaku UMKM.

Melalui demonstrasi dan interaksi selama pameran, tim memperoleh berbagai tanggapan positif serta masukan mengenai kebutuhan penggunaan kompor biomassa, khususnya untuk kegiatan produksi UMKM.

Antusiasme dari pelaku UMKM menunjukkan adanya potensi pemanfaatan kompor biomassa sebagai alternatif sumber energi, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam memperoleh minyak tanah maupun gas.

Masukan yang diberikan oleh pelaku UMKM juga menjadi bahan evaluasi bagi Tim Ekspedisi Patriot untuk pengembangan teknologi lebih lanjut, termasuk kebutuhan terhadap kompor biomassa dengan kapasitas yang lebih besar untuk mendukung kegiatan produksi UMKM.

Hasil dari kegiatan Pameran UMKM Nusantara tidak hanya berupa pengenalan kompor biomassa kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas pemanfaatan teknologi tersebut.

Setelah demonstrasi dilakukan, Tim Ekspedisi Patriot mendapatkan undangan dari beberapa kelompok dan asosiasi UMKM lainnya untuk kembali memperkenalkan dan mendemonstrasikan kompor biomassa.

Respons tersebut menjadi salah satu bentuk ketertarikan masyarakat dan pelaku UMKM terhadap alternatif teknologi energi yang diperkenalkan.

Kegiatan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui sosialisasi kompor biomassa di wilayah transmigrasi Distrik Klamono, Distrik Klasafet, dan Distrik Malabotom.

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi Tim Ekspedisi Patriot untuk memperkenalkan teknologi secara lebih dekat, memberikan pemahaman mengenai penggunaan dan bahan bakarnya, serta menggali kebutuhan dan tanggapan masyarakat di masing-masing wilayah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2 Universitas Brawijaya sebagai bagian dari Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia berharap inovasi teknologi tepat guna berupa kompor biomassa dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah transmigrasi Klamono Segun, dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal sebagai salah satu alternatif energi.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *