Malanginspirasi.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bersama Komisi E DPRD Jatim menyambut hangat kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur.
Agenda bertajuk “Peran Perpustakaan Daerah dalam Penguatan Literasi Masyarakat” ini dimanfaatkan untuk mendorong sejumlah langkah strategis, mulai dari regulasi perpustakaan desa hingga pelestarian naskah kuno Nusantara.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., mengungkapkan bahwa tingkat literasi membaca masyarakat Jawa Timur saat ini berada di angka 56,9.
Angka tersebut mengalami penyesuaian dari yang sebelumnya mencapai 76,8 lantaran adanya perubahan indikator penilaian yang kini lebih rinci dan ketat.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Komisi E DPRD Jatim menyodorkan beberapa usulan strategis kepada Komisi X DPR RI yang dipimpin Dr. Hj. Kurnia (Fraksi PKS).
Baca Juga:
Hadir pula anggota DPR RI Dapil Jatim seperti Lita Mahfud Arifin (NasDem) dan Reni Astuti (PKS), serta Sofyan Tan (PDI Perjuangan) asal Dapil Sumut.
Kunjungan ini juga turut didampingi putra Kepala Dinas Pendidikan Jatim.
Usulan Strategis Komisi E DPRD Jatim termasuk:
- Penguatan Regulasi Perpustakaan Desa: Mendorong lahirnya regulasi nasional agar perpustakaan desa memiliki fasilitas layak dan operasional teratur, tanpa membebankan porsi Dana Desa yang kian terbatas.
- Penyelamatan & Digitalisasi Naskah Kuno: Mendorong Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengajukan anggaran khusus ke Kemenkeu untuk merawat naskah kuno di pesantren dan komunitas lokal guna menjaga rekam jejak peradaban Nusantara.
- Sinergi Program BI Corner & Perpusnas: Mengintegrasikan akses literasi baca di pedesaan sekaligus menanamkan budaya gemar menabung sejak dini.
- Undang-Undang Literasi: Mendorong pembentukan payung hukum yang menempatkan perpustakaan sebagai mesin utama pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Gagasan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan berbasis inklusi sosial ini turut disuarakan bersama Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso.
Melalui regulasi yang kuat, membaca diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis—seperti usaha UMKM kuliner dari buku resep hingga inovasi pertanian dari buku sains—yang mampu menggerakkan roda perekonomian warga.







