Seribu Penari Tampilkan Tari Kolosal “Malang Mbois Berkelas” Warnai Opening Ceremony Porprov Jatim 2025

Malanginspirasi.com – 1.000 penari menampilkan pertunjukan tari kolosal bertajuk “Malang Mbois Berkelas” saat opening ceremony Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) IX 2025 di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (27/6/2025) malam. Tarian kolosal ini menampilkan seni dan budaya khas Malang Raya dengan sentuhan seni modern.

Para penari ini merupakan anak muda pilihan dari sanggar seni dan sekolah-sekolah di Malang Raya. Disutradarai oleh Jadmiko Adi Widodo. Bagian gerak dan artistik ditangani oleh belasan seniman Kota Malang, seperti Ki Demang (Isa Wahyudi), Eko Ujang Kusnan Dariadi, Arik Sugiyanto (Dengklur), hingga Thomas Tri Budi Dharma dan Bambang Supriyadi SDj.

Menurut Ki Demang, tarian ini menggambarkan perpaduan antara unsur kuno dan kini, tradisional dan modern, yang mempertontonkan semangat kebudayaan Malang yang dinamis.

“Kami menamainya Tari Kolosal Malang Mbois karena di dalamnya ada topeng, beskalan, pencak silat, hingga modern dance. Semuanya diramu dalam satu sajian utuh,” ungkapnya.

Ki Demang. (Janu)

Para penampil di antaranya berasal dari 35 sanggar seni dan lebih dari 40 sekolah tingkat SMP dan SMA yang ada di Kota Malang dan sekitarnya.

Proses panjang mulai dari audisi, latihan di balai kota masing-masing, hingga gladi di stadion dilakukan hanya dalam waktu dua bulan.

Meski sempat terkendala cuaca dan waktu latihan yang terbatas, pertunjukan tetap berlangsung lancar dan memukau.

“Latihan sempat terganggu hujan, gladi bersih pun hanya sempat sekali. Tapi anak-anak tetap tampil maksimal. Ini bukti semangat dan potensi seni di Malang luar biasa,” kata Ki Demang.

Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan bahwa Malang memiliki potensi sebagai kota budaya yang kuat.

Malang Sudah Saatnya Miliki Sekolah Seni

Ki Demang berharap, potensi ini dapat terus dikembangkan melalui pendidikan seni yang lebih terstruktur.

“Sudah saatnya Malang memiliki SMK seni dan perguruan tinggi seni seperti ISI. Potensi kita besar dan sudah terbukti,” harapnya.

Dijelaskannya jika seni budaya dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata daerah.

“Kesenian kita sudah hidup di jalan, di sekolah, di komunitas. Jika difasilitasi dan dipromosikan dengan baik, ini bisa menjadi daya tarik wisata budaya khas Malang,” tuturnya.

Dengan menampilkan elemen-elemen seperti tari topeng Malangan, beskalan, pencak silat, hingga reyog, pertunjukan “Malang Mbois Malang Berkelas” menjadi panggung untuk kesenian lokal dalam gelaran Porprov Jatim 2025.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *