Tradisi Kumpul Keluarga Sebelum Bulan Puasa, Momen Sakral dalam Budaya Jawa

Malang inspirasi.com – Sebelum Bulan Puasa, masyarakat Jawa memiliki tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun, yaitu kumpul keluarga. Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga besar yang tersebar di berbagai daerah, mempererat hubungan, serta memperkenalkan anggota keluarga lintas generasi.

Tradisi ini biasanya berlangsung beberapa saat menjelang Ramadan, saat anggota keluarga mulai pulang kampung atau mudik ke tanah kelahiran. Momen ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar untuk berkumpul, berbagi cerita, serta mengenang masa lalu.

Tidak hanya itu, bagi anak cucu yang jarang bertemu dengan keluarga besar, tradisi ini menjadi kesempatan emas untuk mengenal sanak saudara yang mungkin tinggal jauh.

“Setiap tahun, kami selalu mengadakan kumpul keluarga sebelum Bulan Puasa. Ini menjadi momen bagi kami untuk saling mengenal lebih dekat, terutama bagi anak-anak yang mungkin belum pernah bertemu saudara jauh mereka,” ujar Hadi, salah satu anggota keluarga yang mengadakan acara kumpul keluarga

Dalam acara kumpul keluarga ini, biasanya ada beberapa tradisi yang dilakukan, seperti:

1. Doa dan Tahlilan Bersama – Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah tiada, keluarga besar biasanya mengadakan doa bersama.

2. Makan Bersama – Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan. Menu khas seperti opor ayam, ketupat, dan sambal goreng hati sering kali tersaji di meja makan.

3. Berbagi Cerita dan Nostalgia – Anggota keluarga yang sudah lama tidak bertemu biasanya saling bertukar cerita tentang kehidupan mereka, membangun kembali ikatan emosional.

4. Perkenalan Anggota Keluarga Baru – Bagi yang baru menikah, momen ini juga menjadi kesempatan memperkenalkan pasangan kepada keluarga besar.

Makan bersama membuat momen kumpul keluarga semakin menyenangkan. (Ken Sari)

Mempererat Hubungan Keluarga

Tradisi kumpul keluarga ini memiliki makna mendalam dalam budaya Jawa. Selain mempererat hubungan, juga untuk menjaga kesinambungan hubungan kekeluargaan di tengah kesibukan hidup modern. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi anak cucu tentang asal-usul dan silsilah keluarga.

“Ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul, tetapi juga upaya menjaga hubungan agar tidak terputus. Dengan mengenalkan anak-anak kita kepada keluarga besar, mereka akan lebih menghargai arti kebersamaan dan tidak merasa asing dengan saudara sendiri,” tambah Hadi

Dengan segala manfaat dan maknanya, tradisi kumpul keluarga sebelum Bulan Puasa ini menjadi salah satu warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Jawa. Sebuah tradisi yang bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi bukti kuatnya ikatan kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Author

  • Saya merupakan mahasiswa di salah satu universitas di Kota Malang di Jurusan Ilmu Komunikasi. Saya suka fotografi dan desain grafis

    View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *