Malanginspirasi.com – Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, atlet Muaythai asal Kota Malang Wyona Anyaci Yefriadi telah menorehkan perjalanan panjang dan siap kembali bertarung di ajang Malang Super Fight ke 27 pada November mendatang.
Perjalanan Wyona di atas ring bermula dari ketidaksengajaan.
Mengawali hobinya dari seni tari balet, ia mulai beralih ke olahraga saat pandemi Covid-19 untuk mengalihkan kesedihan usai sang ayah berpulang.
“Jujur awalnya saya sama sekali tidak ada ketertarikan untuk Muaythai maupun boxing, bahkan tidak tahu bedanya. Awalnya saya balet,” paparnya kepada wartawan Malang Inspirasi.com.

“Tapi karena saat Covid keluarga berduka setelah bapak tidak ada, saya mencari kesibukan lewat olahraga,” ungkap siswi kelas 2 SMA Katolik Kolese Santo Yusuf (Kosayu) Malang tersebut.
Keterlibatannya makin serius saat berlatih di sanggar ‘Nak Muay’ milik sang paman yang berkolaborasi dengan ibunya.
Baca Juga:
Dari sekadar menjaga kebugaran, Wyona justru menemukan passion utama di olahraga beladiri ini.
Deretan Gelar dan Prestasi Sejak Sekolah Dasar
Karier bertarung Wyona diukir sejak usia sangat muda.
Mulai menekuni Muaythai di kelas 5 SD (usia 8 tahun), keberaniannya naik ke ring kompetisi membuah hasil manis di usia 9 tahun.
Saat duduk di kelas 6 SD, ia sukses merebut gelar juara pertamanya di ajang Fight for Glory kelas BB48.
Sejak saat itu, rekam jejak prestasinya terus berkembang hingga dipercaya memperkuat Kota Malang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, baik di nomor pertarungan (fight) maupun nomor seni.
Menjalani peran sebagai atlet berprestasi sekaligus pelajar di sekolah favorit tentu menuntut pengorbanan besar.
“Waktu SMP jujur sangat struggle. Latihan hampir setiap hari untuk Porprov. Harus belajar sampai larut malam untuk ulangan dan menahan badan sakit-sakit, itu konsekuensi yang harus saya terima,” jelas alumni SD Taman Harapan dan SMPK Kosayu ini.
Kangen Pertarungan Ring, Siap Tempur di Malang Super Fight 27
Menjelang bergulirnya Malang Super Fight 27, Wyona mengaku antusias.
“Saya kangen ada di ring pertarungan langsung. Karena sebelumnya lebih banyak di nomor seni, jadi sudah lumayan lama tidak fight,” tuturnya.
Meskipun di ajang kali ini ia dijadwalkan menghadapi lawan sesama petarung Malang, Wyona tetap mempersiapkan mental dan fisiknya secara optimal untuk memetik kemenangan.
“Cukup grogi karena sudah lama tidak turun di nomor pertarungan. Tapi saya berusaha agar pengorbanan dan latihan selama ini tidak sia-sia, saya akan berjuang keras untuk menang,” tegasnya.







