Malanginspirasi.com – Pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, dapatkan sanksi larangan bermain enam pertandingan oleh UEFA.
Hal ini terkait karena perilaku homofobik selama pertandingan play-off babak gugur Liga Champions melawan Real Madrid pada bulan Februari.
Pertandingan di Estadio da Luz di Lisbon dihentikan selama 10 menit setelah Vinicius Jr dari Real Madrid menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasial terhadapnya.
Baca Juga:
Kena Skors UEFA, Gianluca Prestianni Tak Perkuat Leg Kedua Real Madrid vs Benfica
Prestianni, 20 tahun, membantah telah membuat komentar rasis dan mengatakan Vinicius salah dengar.
Gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, mengatakan Prestianni mengatakan kepadanya bahwa ia sebenarnya telah melontarkan komentar homofobik kepada penyerang Brasil tersebut.
Pemain asal Argentina ini dilarang bermain dua pertandingan lagi dan sebelumnya sudah menjalani larangan sementara satu pertandingan.
Tiga pertandingan lainnya ditangguhkan selama dua tahun dimana UEFA telah mengajukan permintaan kepada FIFA, untuk memperpanjang larangan tersebut di seluruh dunia.
Vinicius membawa Real Madrid unggul 1-0 di babak kedua melawan Benfica, sebelum mendapat kartu kuning karena selebrasi yang berlebihan.
Setelah berinteraksi dengan Prestianni, Vinicius yang berusia 25 tahun asal Brasil berlari ke arah wasit Francois Letexier sambil memberi isyarat ke arah pemain lawan.
Letexier kemudian membuat gerakan tangan bersilang menandai pelecehan rasis.
Vinicius kemudian meninggalkan lapangan dan diikuti oleh rekan-rekan setimnya di Real Madrid.
Setelah pertandingan, ia menulis di akun Instagram-nya: “Para rasis adalah pengecut.”







