Malanginspirasi.com – Rudi Voeller, Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), meminta seluruh pemain Timnas Jerman untuk menghindari pernyataan bernuansa politik selama Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Voeller (66) menekankan bahwa para pemain boleh menyampaikan pandangan politik sebelum turnamen dimulai. Namun, begitu kompetisi berjalan, ia berharap skuad Die Mannschaft sepenuhnya fokus pada permainan di lapangan.
“Kita harus sedikit memisahkan politik dan sepak bola,” ujar eks striker Timnas Jerman era 80-90an ini.
Pernyataan Voeller muncul sebagai pelajaran dari pengalaman pahit Timnas Jerman di Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, kontroversi penggunaan One Love armband dan aksi protes sebelum laga melawan Jepang mendominasi pemberitaan, sehingga mengganggu konsentrasi tim. Jerman pun gagal melaju dari fase grup.
Baca Juga:
Dipanggil Lagi Perkuat Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Simak Karier Moncer Manuel Neuer
Jurnalis Piala Dunia FIFA 2026 Hadapi Risiko Intimidasi Aparat di Negara Tuan Rumah
Menurut Voeller, situasi politik di Amerika Serikat saat ini sangat panas. Ia tidak ingin tim terseret ke berbagai isu politik yang bisa mengganggu persiapan dan performa Manuel Neuer dkk selama turnamen.
“Kami datang ke sana untuk main sepak bola dan berusaha memenangkan pertandingan. Bukan untuk berdebat soal politik,” tegasnya.
Voeller menegaskan apa yang sampaikan bukanlah larangan mutlak. Melainkan upaya menjaga kekompakan tim di panggung sepak bola dunia. Ia berharap Piala Dunia FIFA 2026 menjadi ajang kebangkitan Jerman setelah hasil buruk di dua edisi sebelumnya.








