Malanginspirasi.com – Swiss hampir meraih tiga poin di pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 Grup B atas Qatar pada Minggu (14/8/2026) dini hari sebelum tim lawan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Skuad Swiss memimpin berkat eksekusi penalti tenang dari striker andalan mereka, Breel Embolo di meni ke 17.
Meskipun Swiss tampil dominan dengan melepaskan total 14 tembakan dan 7 tepat sasaran di babak pertama, sejauh ini gol tunggal dari titik putih tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berlangsung sengit ini.
Momen kunci pertandingan terjadi saat gelandang Swiss, Remo Freuler, melakukan pergerakan cerdik menyambut umpan sundulan dari Breel Embolo.
Freuler yang bergerak lebih cepat di area terlarang terpaksa diganjal keras oleh kiper Qatar, Mahmoud Abunada.
Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, sementara Abunada sempat tergeletak di lapangan dan harus menerima perawatan medis akibat benturan tersebut.
Drama sempat berlanjut ketika wasit melakukan peninjauan VAR untuk potensi offside, namun keputusan penalti tetap disahkan.
Breel Embolo yang maju sebagai algojo menunjukkan ketenangannya.
Dengan gaya yang sangat santai, Embolo mendekati bola, menunggu pergerakan kiper Mahmoud Abunada, sebelum akhirnya menyarangkan bola dengan mulus ke sudut kiri bawah gawang.

Baca Juga:
Hasil Pertandingan Kanada vs Bosnia, Tuan Rumah Gagal Petik Poin Penuh
Raih Tiga Poin di Laga Pembuka, AS Sukses Kalahkan Paraguay 4-1
Tertinggal satu gol dan melihat performa timnya yang merosot tajam di babak kedua, pelatih Qatar, Julen Lopetegui, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya.
Di pinggir lapangan, Lopetegui tampak sangat emosional dan bersemangat saat memberikan instruksi kepada para pemainnya.
Demi mengejar ketertinggalan dan menyegarkan lini permainan, Lopetegui langsung melakukan perombakan besar dengan melakukan pergantian pemain lebih sering.
Alhasil Boualem Khoukhi mencetak gol di menit 90+5 lewat umpan silang luar biasa datang dari sayap kiri.
Kapten Qatar itu yang maju dari lini pertahanan, melompati penjaganya dan menyundul bola melewati Gregor Kobel.
Performa Qatar mungkin menjadi cerminan dari sulitnya masa persiapan mereka menuju Piala Dunia kedua sepanjang sejarah negara tersebut.
Latihan dan agenda uji coba Qatar sempat berantakan akibat situasi geopolitik yakni perang AS-Iran yang memaksa pembatalan laga persahabatan krusial melawan tim raksasa seperti Serbia dan Argentina awal tahun ini.
Akibatnya, tim asuhan Lopetegui tercatat baru bermain dua kali sejak bulan Desember lalu.
Sebelum laga melawan Swiss ini, hasil pemanasan Qatar juga terbilang mengecewakan yakni kalah 0-1 dari Irlandia, dan main imbang tanpa gol dari El Salvador.







