Debut Gemilang Floyd Samba Curi Perhatian dalam Kemenangan Man City vs Norwich

Bola3 views

Malanginspirasi.com – Kemenangan Manchester City atas Norwich 5-0 di Carabao Cup memang bukan kejutan dimana pengamat lebih membicarakan Floyd Samba.

Kebersamaannya di  tim utama tidak hanya mencuri perhatian di Stadion Etihad pada Jumat (18/9/2026) dini hari, , tetapi juga mengalihkan sorotan utama dari remaja berprofil tinggi lainnya di Manchester.

Sepanjang pekan ini, berbagai artikel situs web, unggahan media sosial, dan pemberitaan media ramai membahas kabar bahwa penyerang berusia 15 tahun yang digadang-gadang memiliki talenta besar, JJ Gabriel, akan segera meninggalkan Manchester United.

Namun, kabar tersebut kini tergeser dalam pemberitaan sepak bola hari Jumat oleh penampilan perdana yang memukau dari Samba.

Berusia 17 tahun, di panggung profesional; ia mencetak dua gol saat Manchester City melibas Norwich City dengan skor 5-0 pada putaran ketiga Piala Carabao.

Samba tampil sangat tajam bersama tim U-18 City musim lalu, dan performa impresif tersebut membuatnya dipromosikan ke skuad utama oleh manajer baru, Enzo Maresca, pada musim panas ini.

Kepercayaan yang diberikan itu pun kini mulai terbayar lunas.

“Saya tahu akan ada kesempatan untuk mendapatkan menit bermain bersama tim utama. Menjalani debut seperti itu sungguh luar biasa,” ujar Samba kepada BBC Radio 5 Live.

“Saya sendiri hampir tidak percaya—tapi ini baru permulaan, karier besar menanti saya. Itu adalah debut yang hebat.”

“Saya berbicara dengan mereka semua [para pemain tim utama], mereka sangat baik kepada saya—sebelum pertandingan, mereka memberi nasihat seperti ‘mainkan permainanmu, jadilah dirimu sendiri’—kata-kata itu memberi saya kepercayaan diri dan membantu saya mencetak dua gol hari ini.”

Baca Juga:

Brighton Tendang Manchester United dari Carabao Cup, Michael Carrick Siap Tanggung Jawab

Pemain muda ini bergabung dengan akademi City sejak level U-9 dan mulai benar-benar mencuri perhatian pada musim lalu.

Samba mencetak 24 gol dan memberikan 10 assist dalam musim penuh pertamanya yang memukau bersama tim U-18, termasuk mencetak gol indah lewat tendangan bebas melengkung yang membantu City memenangkan final FA Youth Cup melawan rival sekota, Manchester United, pada bulan Mei.

Pada laga debutnya, Samba bermain penuh selama 90 menit dan benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal.

Saat City kesulitan menciptakan peluang, Samba memecah kebuntuan lewat sundulan—ia merayakannya dengan mengirimkan ciuman jauh ke arah keluarga dan teman-teman di tribune, sebelum kemudian mencetak gol kedua yang indah melalui tembakan melengkung.

Samba mendapat sambutan meriah menjelang akhir pertandingan setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik laga (man of the match)—sebuah penghargaan yang memang layak ia terima.

“[Saya] puas, bukan hanya karena gol-golnya, tetapi juga karena performanya,” ujar pelatih Enzo Maresca.

“Saya sempat bertanya kepadanya dalam tiga atau empat hari terakhir. Saat saya memutuskan memainkannya sebagai penyerang tengah dan dia bilang belum pernah bermain di posisi itu. Dia jelas bukan pemain nomor 9 murni, tapi dia tampil bagus,” lanjutnya.

“Dia masih muda, penuh energi, kuat, punya kemampuan penyelesaian akhir yang baik, dan bisa membuka peluang bagi rekan setim. Dia mengambil beberapa keputusan tepat di babak pertama. Saya senang, tapi mereka masih muda dan kami harus melangkah perlahan. Semoga kami bisa memberinya lebih banyak kesempatan.”

Nama keluarga Samba tentu tak asing bagi mereka yang sudah lama mengikuti Liga Premier.

Floyd adalah putra dari mantan bek Blackburn dan QPR, Christopher, yang mencatatkan 171 penampilan di kasta tertinggi bersama kedua klub tersebut, serta 12 penampilan tambahan di Championship bersama Aston Villa.

Penyerang City ini merupakan adik dari Tyrone, yang juga bermain untuk tim muda klub tersebut; kini ia bertekad untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain di tim utama setelah debut yang mengesankan.

Sebagai penyerang yang lincah, gaya bermain Floyd sangat berbeda dengan ayahnya, Christopher, yang dikenal sebagai bek tengah bertubuh jangkung dengan gaya permainan lugas dan tanpa kompromi.

“Beralih dari tim U-21 ke latihan tim utama adalah lompatan besar. Sesi latihannya lebih melelahkan, Anda harus lebih banyak berlari—tuntutannya lebih tinggi dan Anda harus bisa mengimbanginya,” pungkas dia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *