Malanginspirasi.com – Gen Z atau anak muda masa kini seringkali menarik perhatian dan menjadi topik pembahasan dalam berbagai hal. Termasuk dalam psikologi.
Hal ini karena anak muda adalah generasi penerus. Sehingga masa depan suatu bangsa sangat bergantung pada bagaimana anak mudanya saat ini.
Salah satu fenomena yang terjadi saat ini yang patut diwaspadai anak muda adalah duck syndrom. Melansir Instagram infopop.id, sindrom bebek ini terjadi saat seseorang terlihat bahagia di luar, tapi sebenarnya rumit di dalam.
Mengapa fenomena ini rentan terjadi pada gen Z?
Karena anak muda masa kini tumbuh dengan menyembunyikan kekurangannya dan berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja atau sempurna di hadapan orang lain.
Semua ini terjadi karena beberapa faktor:
1. Media Sosial
Terlalu sering melihat kehidupan orang lain yang bahagia, nyaman, dan baik-baik saja di media sosial membuat seseorang merasa perlu untuk melakukan hal yang sama.
Padahal, kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada orang tersebut serta apa yang tidak ia tampilkan di layar.
2. Ekspektasi Terlalu Tinggi
Masih mirip seperti poin pertama, seringnya terpapar dengan citra orang lain yang terlihat lebih baik dari diri sendiri membuat banyak orang merasa iri dan tidak senang dengan kebahagiaan orang lain.
Sehingga ia terdorong untuk ikut mencapai kesuksesan yang sama di bidang akademik, karir, bahkan kehidupan pribadi. Aksi saling membandingkan nasib dan keberuntungan pun tak dapat dihindari sehingga memicu stres berlebihan.
3. Multitasking
Generasi Z sering diharapkan bisa melakukan banyak hal sekaligus. Sehingga hal ini adalah faktor lain yang membuat mereka tertekan dan sering memaksa dirinya terlalu keras.
Hal ini juga membuat banyak anak muda menjadi mudah lelah tapi hasil kerjanya kurang maksimal. Mereka juga jadi sulit berkonsentrasi karena kehilangan motivasi tapi sekaligus silau dengan kehidupan orang lain.

Apa dampak dari duck syndrome?
1. Stres dan Kecemasan
Perasaan ingin menyembunyikan kekurangan dan keinginan untuk tampil sempurna membuat anak muda cenderung lebih mudah stres dan cemas.







