Kurangi Emisi Karbon Konstruksi, Peneliti Spanyol Ciptakan Paving Block dari Limbah Cangkang Kerang dan Fly Ash

Malanginspirasi.com – Industri konstruksi menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia karena ketergantungan pada semen, pasir, dan kerikil yang boros energi dan sumber daya alam serta menyumbang emisi karbon dioksida secara signifikan. Untuk mengatasi hal itu, tim peneliti dari Sekolah Politeknik Tinggi Belmez, Universitas Córdoba, Spanyol, menemukan terobosan baru yang sangat ramah lingkungan. Paving block yang seluruhnya terbuat dari bahan daur ulang tanpa sedikit pun bahan alam mentah.

Alih-alih menggunakan agregat alam seperti pasir dan kerikil, para peneliti memanfaatkan cangkang kerang moluska jenis kerang laut yang dapat dimakan, Acanthocardia tuberculata sebagai bahan utama pembuatan paving block.

Kerang laut jenis ini di Spanyol dikenal sebagai corruco atau langostillo.

Cangkang ini merupakan limbah utama industri pengalengan makanan laut yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Industri pengalengan menghasilkan jutaan ton cangkang setiap tahun. Kami ingin mengubah limbah ini menjadi sesuatu yang berguna. Bukan hanya dibuang sia-sia,” ujar pemimpin penelitian Ágata González Caro.

Baca Juga:

Ilmuwan Cina Ubah Daun Teratai Jadi Generator Listrik

Limbah Kulit Nanas Jadi Pewarna Alami Tekstil, Murah dan Ramah Lingkungan

Cangkang kerang dihancurkan menjadi agregat berkapur yang dapat menggantikan fungsi pasir dan kerikil dalam campuran mortar maupun beton.

Untuk menggantikan semen yang memiliki jejak karbon sangat tinggi, tim menggunakan dua jenis limbah industri lain. Limbah tumpukan tambang di Lembah Guadiato dan fly ash (abu terbang) hasil pembakaran batu bara.

Ketiga bahan tersebut kemudian diolah melalui proses kimia bernama aktivasi alkali. Ketika dicampur dengan larutan alkali kuat, bahan-bahan tersebut membentuk senyawa baru yang memiliki sifat pengikat mirip semen konvensional.

Hasilnya adalah paving block yang sepenuhnya bebas bahan baku alam. Uji laboratorium membuktikan blok ini memenuhi standar kekuatan, daya tahan, dan keamanan yang dibutuhkan untuk material konstruksi.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Materials and Structures.

Peneliti menekankan bahwa inovasi ini menjadi contoh nyata ekonomi sirkular. Limbah dari industri perikanan dan pertambangan diubah menjadi material bangunan yang berguna.

Meski demikian, tim masih perlu menyempurnakan proses produksi, terutama pada tahap pemadatan dan pelepasan cetakan. Mereka juga sedang menjajaki aktivator kimia yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia konvensional.

Penelitian ini memberikan harapan baru bagi industri konstruksi global yang terus tumbuh seiring pesatnya urbanisasi, sekaligus menunjukkan bagaimana limbah dari satu sektor dapat menjadi sumber daya berharga bagi sektor lain.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *