Sadio Mane Investasikan Rp363,6 Miliar untuk Agroindustri Mangga di Senegal, Buka 1.000 Lapangan Kerja

Malanginspirasi.com – Bintang sepak bola Senegal Sadio Mane menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan kampung halaman. Mantan pemain Liverpool yang kini memperkuat Al-Nassr itu mengumumkan investasi sebesar 11,7 miliar franc CFA atau sekitar US$20,4 juta (Rp363,6 miliar) untuk proyek agroindustri bernama SM10 AGRO di desa kelahirannya, Bambali, wilayah Sedhiou.

Proyek ini fokus pada pengolahan mangga, komoditas yang selama ini banyak diekspor dalam bentuk segar ke Eropa namun sangat sedikit yang diolah di dalam negeri. Hanya sekitar 2 persen mangga Senegal yang diproses lokal. Sementara 30–40 persen hasil panen di wilayah Sedhiou hilang karena keterbatasan fasilitas penyimpanan dan pengolahan.

Melalui SM10 AGRO, Mane ingin meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian mangga di wilayah tersebut. Kompleks agroindustri ini akan mencakup stasiun penyimpanan mangga segar dengan kapasitas sekitar 8.500 ton per tahun, unit pengolahan untuk menghasilkan pulp mangga, mangga kering, dan mentega mangga. Juga dibangun perkebunan seluas 500 hektare yang akan ditanami sekitar 78.000 pohon mangga varietas Kent.

Panen pertama diperkirakan baru bisa dilakukan dalam tiga tahun.

Pusat Riset Pertanian

Selain fasilitas produksi, proyek ini juga mencakup pusat pelatihan pertanian dan pusat riset serta pengembangan. Mane menekankan pentingnya kesempatan bagi pemuda dan perempuan di wilayahnya.

“Saya ingin kekayaan tanah kami tetap di sini, di Senegal. Inisiatif ini akan mempekerjakan 1.000 orang sejak awal,” ujarnya dalam konferensi pers.

Menurut pihak pengelola proyek, investasi ini diperkirakan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja langsung. Dalam jangka panjang, jumlahnya bisa mencapai sekitar 2.500 pekerjaan jika memperhitungkan sektor pendukung seperti transportasi dan pasokan.

Peletakan batu pertama proyek dilakukan Sabtu (19/9/2026), dengan masa pembangunan diperkirakan 18 bulan.

Apa yang Mane ini bukan sekadar kedermawanan, melainkan investasi bisnis yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan mengurangi ketergantungan pada ekspor buah segar.

Pemain berusia 34 tahun itu memilih menginvestasikan modalnya sendiri untuk membuka peluang kerja dan memperkuat rantai nilai pertanian di daerah yang selama ini kesulitan mempertahankan hasil panen.

Produk olahan yang lebih tahan lama diharapkan bisa dipasarkan di dalam negeri maupun ke pasar Afrika, Eropa, dan Timur Tengah.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *