Malanginspirasi.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, berkomitmen memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya dengan menjalin kerja sama strategis dengan PT Baruna Madhavi Atharrazka (BMA).
Hal ini sebagai realisasi target Pemdes Sumberporong menjadi pusat sentra industri kreatif.
Kepala Desa Sumberporong, Hj. Idhinningrum, S.Sos., SH., MM., menjelaskan bahwa sinergi ini bertujuan untuk mewadahi, membina, sekaligus mendorong kemandirian para pelaku usaha lokal.
Langkah ini juga diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru serta melahirkan produk inovatif yang menjadi ciri khas desa.
“Saat ini ada sekitar 750 UMKM dan pelaku usaha di Sumberporong. Ke depan, kita akan fokus mengembangkan dan membina potensi ini agar mereka bisa naik kelas,” ujar Idhinningrum saat memberikan sambutan di Balai Desa Sumberporong, Rabu (10/11) pagi.
Ia menambahkan, kemitraan dengan PT BMA merupakan langkah taktis untuk mengukuhkan status Sumberporong sebagai Desa Mandiri yang berdikari.
Baca Juga:
Rencana tersebut disambut baik oleh manajemen PT BMA. Direktur Utama PT BMA, Hery Cahyono, SE., MM., CRP.
Ia menyatakan pihaknya akan segera melakukan pendataan pelaku usaha serta mengeksekusi program kerja sama ini.
Sebagai langkah awal, para pelaku UMKM yang terdaftar nantinya akan difasilitasi dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) mitra.
“Kami bergerak cepat koordinasi dengan pemerintah desa dan jaringan mitra Baruna untuk mendukung pemasaran produk lokal. Potensi besar di Sumberporong ini harus segera dieksekusi,” tegas Hery.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh VoP PT BMA, Drs. RT. Endro Wiyono Kusumawijaya, serta pihak Komisaris PT BMA, Bayu Kusumo.
Melalui utusannya, Agung Suherman, pihak komisaris menginstruksikan tim lapangan untuk segera menindaklanjuti program pembinaan ini agar kontribusi terhadap penguatan ekonomi warga Sumberporong bisa langsung dirasakan.


