Malanginspirasi.com – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, memimpin peninjauan Open House MPLS Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang. Program Presiden Prabowo ini siap menampung siswa Desil 1 dan 2 dengan fasilitas asrama lengkap. Dalam sambutannya, Sri Untari mengingatkan agar Sekolah Rakyat harus aman, nyaman bagi siswa serta bebas dari perundungan.
Kegiatan yang menandai dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Fasilitas sekolah terpadu tersebut telah selesai dibangun dan siap difungsikan penuh.
Para siswa, baik limpahan dari BLK Singosari maupun peserta didik baru, sudah menempati asrama dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Baca Juga:
Hadiri Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat di Malang, Gubernur Jatim Beri Pesan Ini
Dr. Sri Untari Gagas Cetak Biru Koperasi Pangan Terintegrasi untuk 217 KDMP di Ngawi
Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu kategori Desil 1 dan Desil 2. Program ini diharapkan menjangkau anak-anak yang terancam putus sekolah karena kendala biaya agar mereka memperoleh hak pendidikan yang setara.
Open House dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pekerjaan Umum, Forkopimda. Selain itu, juga hadir siswa dan orang tua murid.
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Dr. Sri Untari Bisowarno bersama Wakil Ketua Komisi E Hikmah Bafaqih memimpin langsung peninjauan Open House MPLS Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang tersebut.
Dalam arahannya, Sri Untari menekankan pentingnya menjaga lingkungan belajar yang aman.
“Kami ingin memastikan tidak ada praktik perundungan di Sekolah Rakyat. Anak-anak harus merasa nyaman dan terlindungi agar bisa fokus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya saat memberikan pengarahan.

Kemensos dan Gubernur Jawa Timur juga menegaskan pentingnya iklim belajar yang kondusif.
Melalui akses pendidikan berasrama yang terpadu dan berkualitas, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan dapat memiliki masa depan yang lebih baik, mandiri, serta mampu memutus rantai kemiskinan di masa mendatang.







