Malanginspirasi.com – Guru Besar Departemen Statistika Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM), Universitas Brawijaya (UB) Prof. Ani Budi Astuti, M.Si memaparkan tentang peluang usaha yang kuat tak seharusnya dimulai dari aplikasi atau produk yang ingin dibuat, melainkan dari masalah yang benar-benar dihadapi pengguna.
Ia memaparkan gagasan tersebut di hadapan para mahasiswa penerima Program Hibah Wirausaha Mahasiswa (PHWM) dalam acara NGOPI SAM di MIPA Center, Sabtu (30/10/2026).
Dalam acara bertema “Dari Data dan Sains Statistik Menjadi Dampak Nyata” itu, Prof. Ani memaparkan bagaimana sains statistik dapat menghubungkan riset, inovasi, dan kewirausahaan.
Salah satu kelompok mahasiswa PHWM yang memaparkan pengembangan usaha Kebab NutriWrap (Tri Sukma)“Mahasiswa melihat data bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai bukti untuk memahami kebutuhan, menguji gagasan, dan menilai apakah sebuah solusi benar-benar bermanfaat,” paparnya pada acara tersebut.
Selain itu, materi yang dipaparkan juga menekankan tahapan mengembangkan usaha berbasis data: mengenali masalah dan siapa yang terdampak, memeriksa bukti, membuat prototipe yang bisa diuji, lalu merancang model bisnis dan mengukur dampaknya.
“Dengan cara ini, solusi dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna, bukan asumsi pembuatnya,” lanjut salah satu Guru Besar UB ini.
Baca Juga:
FSTeM UB Gelar BICoPAM 2026 untuk Perkuat Kolaborasi Matematika Global
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan beragam tema inovasi mahasiswa yang dibahas dalam materi, mulai dari pangan, kesehatan, pertanian, dan Internet of Things hingga layanan desa, literasi digital, serta analisis kebijakan.
“Kompetisi dan pendampingan ilmiah dapat menjadi ruang untuk menguji ide, menyusun argumen, dan belajar bekerja lintas bidang,” jelas Prof. Ani.
Selain itu, ia turut mengingatkan bahwa data tidak otomatis menghasilkan kebenaran.
“Mutu dan keterwakilan data, potensi bias, serta perlindungan privasi perlu diperhatikan agar solusi yang dibangun dapat dipercaya,” lanjutnya.
Dalam acara tersebut, mahasiswa penerima PHWM juga turut memaparkan produk dan inovasi yang mereka ciptakan.
Sejumlah produk dan karya inovatif tersebut termasuk Bimbingan Belajar, Food and Beverage, serta mesin pencetak kopi.








