Malanginspirasi.com – Prof. Dr. Dra Ani Budi Astuti, M.Si dari Departemen Statistika FSTeM Universitas Brawijaya membagikan perjalanan akademik dan kiprahnya sebagai pendidik serta peneliti.
Iq memaparkan bahwa statistika dapat membantu masyarakat memahami masalah dan mengambil keputusan yang lebih tepat ketika data diolah menjadi bukti yang relevan.
Pesan itu menjadi salah satu pokok bahasan dalam NGOPI SAM 2026 bertajuk “Dari Data dan Sains Statistik Menjadi Dampak Nyata: Perjalanan Alumni Statistika UB: Riset, Inovasi, dan Peluang Kewirausahaan.”

Prof. Ani membagikan perjalanan akademik dan kiprahnya sebagai pendidik serta peneliti.
Lulus S1 pada 1991, ia mulai mengabdi sebagai dosen pada 1992, kemudian menempuh pendidikan magister di IPB dan doktoral di ITS.
Baca Juga:
Materi yang disampaikan menyoroti perkembangan riset statistik dari metode klasik menuju pemodelan Bayesian, spasial, dan machine learning.
Berbagai pendekatan itu dapat digunakan untuk mengkaji persoalan kesehatan, iklim, ekonomi, hingga kebutuhan desa. Dalam bidang kesehatan, misalnya, pemodelan dapat membantu membaca pola risiko diabetes dan stunting, sementara analisis data curah hujan dapat mendukung prediksi dan kesiapsiagaan terhadap banjir.
Prof. Ani juga menekankan pentingnya memulai riset dari masalah nyata, bukan sekadar memilih metode yang sedang populer.
Prosesnya mencakup memahami kebutuhan, merumuskan pertanyaan, memeriksa kualitas data, membangun dan menguji model, lalu mendorong agar hasilnya digunakan.
“Data dan model tetap perlu divalidasi serta mempertimbangkan konteks lapangan, keadilan, dan privasi,” paparnya dalam acara NGOPI SAM di MIPA Center UB pada Sabtu (31/10//2026).
Selain publikasi dan buku, penerapan ilmu statistik turut dibahas melalui kegiatan literasi data, sistem informasi desa, serta pendampingan masyarakat.
Sementara itu, kewirausahaan berbasis data perlu berangkat dari masalah pengguna, diuji melalui bukti dan prototipe, lalu dikembangkan menjadi solusi yang memberi manfaat.







