Malanginspirasi.com – Mantan Panglima TNI, Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto (Widodo A.S.), meninggal dunia di kediamannya pada usia 82 tahun.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas serta Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) memberikan konfirmasi langsung terkait kabar tersebut.
Prosesi pemakaman almarhum berlangsung pada Minggu (25/10/2026) siang pada pukul 13.30 WIB melalui upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Utama Kalibata, Jakarta Selatan.
Penghormatan militer dan tembakan salvo mengiringi prosesi pemakaman sosok yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) tersebut.
Sejumlah tokoh nasional, pejabat TNI, serta jajaran purnawirawan hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir.
Baca Juga:
Eks Kadivhubinter Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak hadir melayat di rumah duka serta mengikuti prosesi pemakaman.
SBY mengenang almarhum sebagai sosok senior dan negarawan yang memegang teguh dedikasi tinggi semasa mengabdi bersama di pemerintahan maupun di tubuh instansi militer.
Gelombang ucapan belasungkawa juga mengalir luas di media sosial dari jajaran kelembagaan militer.
Komando Armada RI (Koarmada RI) menyampaikan duka cita resminya melalui akun Instagram @koarmada_ri, mendoakan agar almarhum husnul khotimah serta mendapatkan rahmat dan maghfirah dari Allah SWT.
Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mewakili seluruh prajurit TNI turut mengajak masyarakat mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya.
Semasa hidupnya, Laksamana (Purn) Widodo A.S. mencatatkan sejarah penting sebagai Panglima TNI pertama dari matra Angkatan Laut yang dilantik pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) periode 1999–2002.
Di masa transisi reformasi tersebut, beliau berperan besar dalam mengawal pemisahan Polri dari struktur ABRI/TNI serta menjaga netralitas prajurit.
Setelah purna tugas dari militer, pengabdiannya berlanjut di pemerintahan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada Kabinet Indonesia Bersatu I (2004–2009) serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2009–2014.
Atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, almarhum dianugerahi berbagai tanda kehormatan tinggi, termasuk Bintang Mahaputera Adipradana dan Bintang Yudha Dharma Utama.







