Bagaimana dengan Indeks Glikemik (IG)?
Indeks glikemik adalah indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat memengaruhi kenaikan gula darah dalam tubuh. Karena kandungan serat yang lebih tinggi, nasi merah memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah, artinya nasi merah lebih lambat dalam menaikkan kadar gula dalam tubuh. Namun, IG sangat bervariasi pada nasi putih dan nasi merah.
Kategorisasi IG dibagi menjadi, rendah (kurang dari 55), sedang (55-70), dan tinggi (diatas 70). Nasi merah umumnya termasuk dalam kategori rendah sampai sedang. Sementara nasi putih bisa berada di kategori sedang hingga tinggi.
Namun, sudah ada jenis nasi ber-IG rendah yang tersedia untuk kedua jenis nasi. Selain itu, menurunkan IG nasi dapat dilakukan dengan mendinginkan nasi terlebih dahulu sebelum dimakan. Proses ini mengubah sebagian kandungan karbohidrat menjadi pati resisten, yang akan berfungsi seperti serat makanan.
Apa Manfaat Nasi Putih?
Nasi putih memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih ringan atau netral dibandingkan nasi merah yang memiliki tekstur lebih kenyal dan rasa yang lebih gurih. Proses pemurnian dalam proses beras putih juga dapat mengurangi kadar kontaminasi pestisida karena hanya meninggalkan bagian terdalam saja.
Kita Tidak Makan Nasi Saja
Mengganti konsumsi nasi putih ke nasi merah sering dianggap sebagai cara paling dasar dalam mencapai pola makan yang sehat dan tinggi serat. Padahal, hanya karena nasi merah lebih padat nutrisinya, bukan berarti nasi putih kurang sehat dikonsumsi.
Pada akhirnya, kita memakan nasi sebagai makanan pokok yang memerlukan pendamping lainnya. Sehingga lebih penting untuk memikirkan apa yang akan disandingkan bersama nasi.
Menambahkan sayuran dan protein saat makan nasi dapat menambahkan mikronutrien, bioaktif, dan serat yang kurang dalam nasi putih. Langkah ini mungkin lebih berkontribusi pada kualitas diet daripada hanya mengganti nasi putih dengan nasi merah.







