
Akan tetapi keputusan membeli rumah tetangganya itu juga membawa konsekuensi mandeknya pembangunan penginapan lain yang lokasinya berada di samping pintu masuk ke kampungnya di Jalan Moch Sahar Gang III, Ngaglik, Kota Batu.
“Dananya sebagian besar sudah kesedot untuk beli rumah sebelah beserta perbaikannya. Jadi untuk renovasi rumah yang di depan gang untuk sementara ditunda dulu. Lagipula renovasi kan bisa dilakukan kapan-kapan kalau ada uang. Tapi kesempatan memperluas aset (tawaran membeli rumah tetangga, red) kan tidak datang setiap saat,” tutur Jefri.
Diluar penambahan aset, menurutnya pengelolaan usaha penginapan milik keluarga tetap musti dilakukan hati-hati. Apalagi pandemi membuat usahanya mati suri hampir dua tahun. Ketika itu, nyaris tak ada satu pun tamu yang menginap di Sahar Backpacker.

Untuk menyiasati keadaan, lulusan Universitas Brawijaya tahun 2016 ini sempat membuka kafe. Tetapi hasilnya sama saja. Sepi karena adanya berbagai pembatasan terkait mobilitas dan kerumunan masyarakat.
“Alhamdulillah sekarang kondisinya mulai membaik. Meski tak seramai dulu, namun sudah ada saja tamu yang menginap,” ujarnya.
Sementara ini, para tamu tersebut rata-rata adalah pelancong domestik, khususnya dari Jawa Timur dan beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Jogja, dll. Bahkan sesekali ada pula turis asing yang singgah dan menginap di hostelnya.
“Kalau yang asing biasanya dari Eropa. Belanda, Jerman, Inggris. Anak-anak muda semua. Bawa ransel. Turis backpacker,” kata Jefri sambil tertawa.

Jefri saat ini mengelola hostelnya dibantu lima orang. Sebagian kerabat sebagian lagi rekrutmen dari luar. Namun sama seperti segmen pasarnya, seluruh karyawan Sahar Backpacker berusia muda. Di bawah 30 tahun.
Selama ini Jefri mengenalkan usaha penginapannya hanya melalui media sosial serta aplikasi wisata seperti traveloka.com, tiket.com, booking.com, agoda.com. planetofhotels.com, dll.
Hebatnya, review yang diperoleh hostel yang dulunya tempat kos-kosan ini hampir semuanya mendekati sempurna. 4 (untuk skala 0-5) dan 9 (untuk skala 0-10). Ini menandakan para tamu umumnya puas menginap di sana.







