Malanginspirasi.com – Sebanyak 40 remaja Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengikuti penyuluhan kesehatan jiwa bertajuk “Cegah Internet Gaming Disorder” melalui pendekatan inklusif. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat SAFE-Teens yang diinisiasi dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Penyuluhan berlangsung di Balai Desa Toyomarto pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Toyomarto Sumito, SH, Sekretaris Desa Anas, serta penanggung jawab remaja desa, Kak Irgi.
Muhammad Rosyidul Ibad, M.Kep, dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UMM bertindak sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan bahaya kecanduan game online atau Internet Gaming Disorder yang kini semakin marak di kalangan remaja.
Dalam penyuluhannya, Rosyidul Ibad memaparkan karakteristik game yang berpotensi menimbulkan kecanduan, antara lain sistem rank atau tier yang membuat pemain ingin terus naik level, tekanan dari tim, match cepat yang memicu efek “satu lagi”, serta kompetisi intens yang memberikan reward dopamin tinggi.
Baca Juga:
Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter Melalui Tujuh Kebiasaan Ini
Sulit Fokus dan Gampang Terdistraksi? Mungkin Kamu Butuh ‘Jeda Mental’
Ia juga mengajak peserta mengenali tanda-tanda gangguan tersebut yang biasanya berlangsung dalam kurun waktu 12 bulan, seperti sulit mengendalikan waktu bermain, game menjadi prioritas utama, tetap bermain meski berdampak negatif, menghindari interaksi sosial, mudah marah saat tidak bermain, hingga mengorbankan waktu untuk kegiatan lain.
“Remaja perlu bijak dalam bermain game. Jangan sampai game menguasai hidup kalian,” tegas Rosyidul Ibad.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan strategi penanganan S.M.A.R.T sebagai solusi praktis:
- Schedule: Batasi bermain game maksimal 1-2 jam sehari
- Mindful: Sadar waktu dan emosi saat bermain
- Active Balance: Seimbangkan dengan olahraga dan kegiatan sosial
- Relationship: Jaga hubungan dengan keluarga dan teman
- Take a Breath: Pastikan istirahat yang cukup

Antusiasme remaja terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Penyuluhan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para remaja untuk lebih bijak dan selektif dalam bermain game online.
Program SAFE-Teens (Supportive, Aware, Free from Excess) ini merupakan intervensi kesehatan jiwa pada remaja melalui kelompok inklusif yang diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental generasi muda di Desa Toyomarto.







