Malanginspirasi.com – Aktor laga Aris Kurniawan bermitra dengan Pengurus Daerah Persatuan Artis Film Indonesia (PD PARFI) Jawa Timur (Jatim) yang dipimpin oleh Wira Lina tengah merancang rencana produksi proyek film dan serial yang mengangkat tema kebudayaan serta cerita rakyat khas Jawa Timur .
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan workshop sinematografi di Alam Batu Village, Kota Batu pada Sabtu (3/10/2026).
Pemilihan Kota Batu dan sejumlah wilayah di Jawa Timur sebagai lokasi awal merupakan bagian dari pemetaan set produksi (location scouting) yang membentang dari Banyuwangi hingga Sumenep.
Ketua PD PARFI Jawa Timur, Wira Lina, menegaskan bahwa langkah awal di Kota Batu ini ditujukan untuk menjaring serta mengasah potensi talenta muda di daerah agar memiliki standar kualitas akting yang siap terjun ke industri perfilman.
“Awal di daerah Batu ini, kita membuat workshop untuk adik-adik yang ingin menjadi artis. Bagaimana cara kita berdialog di depan kamera, cara berdialog dengan napas yang tidak terputus itu seperti apa. Lalu bagaimana saat ekspresi lagi marah, betul-betul menghayati di kamera karena itu beda. Kadang kita merasa sudah benar, tapi di depan kamera ternyata masih kurang. Jadi kita ingin meningkatkan SDM, apalagi Jawa Timur ini tempat lahirnya para artis terkenal,” ungkap Wira Lina.

Sejalan dengan hal tersebut, Aris Kurniawan menjelaskan bahwa konsep produksi yang diusung akan menyoroti kekuatan cerita lokal melalui genre religi, horor, hingga laga kolosal bertajuk Pendekar Nusantara.
Pengangkatan latar belakang budaya lokal ini dinilai memiliki karakter kuat yang membedakannya dengan karya industri perfilman nasional lainnya.
Also Read:
“Jawa Timur memiliki kekayaan cerita dan kearifan lokal yang luar biasa. Kami bersama Mbak Wira Lina dan tim ingin menjadikan nilai-nilai kebudayaan ini sebagai fondasi utama dalam karya film maupun serial. Harapannya, kearifan lokal ini bisa terangkat secara luas melalui media film,” jelas Aris.
Dalam proses pengembangannya, pihak produksi juga membuka ruang kolaborasi antara pengambilan gambar konvensional (real action) dan pemanfaatan teknologi AI (Artificial Intelligence).
Langkah efisiensi teknologi ini diambil untuk mengatasi keterbatasan teknis produksi sekaligus menjaga detail visual karya agar tetap memiliki nilai komersial yang tinggi.
Lebih lanjut, Aris dan Wira Lina menegaskan pentingnya dukungan serta sinergi dari segenap pemangku kepentingan di daerah, mulai dari pemerintah daerah, insan pers, hingga masyarakat setempat demi terbangunnya ekosistem perfilman yang berkelanjutan di Jawa Timur.







