Puluhan Kucing Lucu Ikuti Cat Show Rebutkan Piala Rektor UB di Prana Satwa Brawijaya 2026

Komunitas7 views

Malanginspirasi.com – Ide spontan Panitia Fakultas Peternakan (Fapet) UB melahirkan cat show yang akan memperebutkan piala Rektor UB di ajang Prana Satwa Brawjiaya 2026 pada 24 dan 25 Oktober.

Ketua panitia, Dr. Asri Nurul Huda, menceritakan bahwa awalnya ajang ini hanya direncanakan sebagai pameran biasa.

​”Awalnya kucing-kucing ini cuma mau dipamerkan. Tapi melihat antusiasme kontes ayam hias, kami terlintas untuk bikin kontes kucing juga. Kami ingin menunjukkan kalau Fapet tidak cuma mengurus hewan ternak, tapi juga hewan peliharaan (pet),” ujar Asri sembari tersenyum.

Sebanyak 82 ekor kucing unjuk pesona dalam ajang kontes cat show Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya 2026 yang digelar untuk memeriahkan Dies Natalis ke-64 UB.

Bekerja sama dengan Indonesian Cat Association (ICA) Malang, kontes ini melombakan sembilan kategori berdasarkan ras, mulai dari Persian, Exotic Shorthair, British Shorthair, Bengal, Maine Coon, Munchkin, Other Breed, hingga Household Pet Shorthair dan Longhair.

Baca Juga:

Pengunjung Dibuat Gemas dengan Ratusan Jenis Satwa di Prana Satwa Brawijaya 2026

​Gagasan ini mendapat sambutan hangat dari ICA Malang dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) melalui lini pakan hewan peliharaan mereka, CP Pettindo.

​Salah seorang peserta berpengalaman, Wisnu Wibowo, memboyong lebih dari empat ekor kucing miliknya dan titipan rekannya untuk bersaing di panggung.

​Wisnu mengungkapkan, membawa kucing ke arena kontes membutuhkan komitmen dan modal yang tidak sedikit.

Untuk mendapatkan kucing non-ras dalam kondisi prima saja bisa menelan biaya Rp7 juta, sedangkan kucing ras murni nilainya sanggup melesat di atas Rp30 juta. Itu belum termasuk biaya perawatan harian.

​Menjelang hari perlombaan, perawatan yang diberikan lebih ditingkatkan.

Nutrisi pakan dijaga ketat, kebersihan fisik dipastikan sempurna, hingga manajemen stres agar sang kucing tetap tenang di tengah keramaian.

​”Kontes ini kan fokus pada kecantikan dan anatomi tubuh. Setiap ras punya standar anatomi unik yang beda-beda, dan itu yang harus kita jaga betul penampilannya,” kata Wisnu.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *