Malanginspirasi.com – Dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Engelbertus Kukuh Widijatmoko, menegaskan bahwa paradigma kepemimpinan di era digital telah mengalami pergeseran yang signifikan.
Menurutnya, kepemimpinan tidak lagi semata-mata diukur dari jabatan struktural atau posisi formal.
Melainkan dari kemampuan seseorang dalam membangun pengaruh yang nyata melalui karya.
“Dalam konteks ini, karya digital menjadi medium strategis yang mampu menjangkau lebih luas, melampaui batas ruang dan waktu,” katanya dalam sesi perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan yang digelar secara inovatif di kafe kafe Gedong Ijen beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan bahwa setiap individu sejatinya adalah aset yang memiliki nilai.
“Namun, nilai tersebut tidak akan berkembang tanpa kesadaran untuk mengelola, mengasah, dan mengemasnya secara tepat,” katanya.
Pria yang akrab dipanggil Dosen Blankon ini menambahkan bahwa inilah pentingnya proses “mengasetkan diri” secara digital.

Baca Juga:
Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan Unikama Gunakan Cara ‘Out of The Box’
“Melalui konten, gagasan, karya kreatif, maupun kontribusi pemikiran yang dibagikan di ruang digital, seseorang dapat membangun identitas, kredibilitas, sekaligus reputasi yang berkelanjutan,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci utama.
“Karya digital yang dibangun secara terus-menerus akan membentuk jejak yang dapat dikenali publik. Jejak inilah yang kemudian bertransformasi menjadi kekuatan pengaruh,” jelasnya.
Ketika seseorang mampu menghadirkan nilai melalui karyanya, maka secara otomatis ia sedang menjalankan praktik kepemimpinan—menginspirasi, menggerakkan, dan memberi arah bagi orang lain.
Dalam pandangannya, mahasiswa memiliki peluang besar untuk memulai proses ini sejak dini.
Dunia digital menyediakan ruang terbuka bagi siapa saja untuk berkarya tanpa harus menunggu legitimasi formal.
“Oleh karena itu, keberanian untuk memulai, kemampuan membaca peluang, serta komitmen untuk terus berkembang menjadi fondasi penting dalam membangun aset digital,” imbuhnya.
Pesan yang ditekankan sederhana namun mendalam
“Diri kita adalah aset. Ketika dikelola dengan kesadaran dan strategi yang tepat di ruang digital, aset tersebut tidak hanya bernilai bagi diri sendiri, tetapi juga mampu memberi dampak luas sebagai sumber inspirasi dan kekuatan kepemimpinan di masa depan,” pungkasnya.







