Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora Sebagai Transformasi FKIP, Rektor UMM Beri Imbauan Ini

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi  mengubah nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH).

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si, yang menegaskan bahwa perubahan ini harus menjadi momentum transformasi yang substansial, bukan sekadar seremonial.

Dalam sambutannya pada Senin (6/7/2026) di GKB I, Prof. Nazaruddin menyampaikan bahwa langkah ini merupakan sebuah ikhtiar baru yang membawa optimisme sekaligus ruang spekulatif yang menantang demi kemajuan institusi.

Para civitas akademika yang menghadiri peluncuran nama baru FKIP menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (Tri Sukma)

“Saya terus berpikir bahwa kekuatan dari dalam diri sebuah institusi atau dorongan dari dalam yang disebut Indigenous Forces berupaya terus-menerus mencari praktik terbaik, menemukan bentuknya sehingga dapat dirasakan keberadaannya, dan direspons oleh seluruh stakeholder, terutama masyarakat dengan baik,” ujarnya dalam sambutan.

Baca Juga:

Transformasi FKIP UMM Menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora, Ini Visi Besar Dekan

Fun Tahes 5K Rector Cup 2026 UMM Bertabur Hadiah Spektakuler

Perubahan nomenklatur ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Kendati demikian, Rektor mengingatkan seluruh sivitas akademika agar tidak terjebak pada perubahan formalitas belaka.

Pernyataan ini sengaja dilontarkan sebagai pemantik diskusi dan refleksi mendalam bagi internal fakultas maupun universitas.

“Jadi ini bisa dipakai sebagai referensi atau wacana diskusi. Bahwa jangan sekadar mengubah papan nama, tetapi secara substantif harus terjadi perubahan gradual dan dampak signifikan (significant impact) yang harus dicapai,” tegas Prof. Nazaruddin.

Dengan wajah baru ini, Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora UMM dituntut untuk melahirkan inovasi-inovasi pendidikan yang lebih relevan, memperkuat integrasi antara ilmu sains dan nilai-nilai humaniora, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *