Edukasi AI untuk Humas: FISIP UB Tekankan Etika dan Empati

Malanginspirasi.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) mengedukasi para praktisi hubungan masyarakat (humas) terkait penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tanpa mengesampingkan nilai etika dan empati manusia.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UB 2026, Maulina Pia Wulandari menyampaikan  hal tersebut dalam workshop bertajuk “AI-Powered Public Relations: A Workshop on Social Media Listening with Big Data Analytics.”

Dalam acara yang berlangsung selama dua hari di Gedung C FISIP UB, Malang, ia mengatakan penggunaan AI tidak seharusnya dipandang sebagai pengganti peran manusia dalam proses komunikasi.

“Teknologi dapat membantu kita membaca jutaan data dalam waktu singkat, tetapi angka tidak selalu mampu menjelaskan keseluruhan pengalaman manusia. Praktisi humas tetap dibutuhkan untuk memahami konteks, mengenali emosi publik, dan memastikan keputusan komunikasi dilakukan secara akurat, etis, serta penuh empati,” ujar Pia dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Pia menjelaskan, AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu  mempercepat kerja serta memperoleh gambaran awal dinamika opini publik.

Baca Juga:

Government Academic Forum 2025, FISIP UB Jembatani Riset Pembangunan Malang Raya

ISTTS dan LPK CKW Gelar Workshop Google NotebookLM dan Sertifikasi Gemini AI di Malang

Tetapi, verifikasi manusia tetap mutlak diperlukan untuk memahami sarkasme, bahasa lokal, konteks sosial, maupun nuansa komunikasi yang belum tentu dapat dibaca oleh algoritma.

Ia menambahkan perkembangan media digital membuat isu menyebar sangat cepat.

Karena itulah, kemampuan melakukan pemantauan media sosial (social media listening) kini menjadi bagian krusial dari pengelolaan komunikasi agar organisasi dapat mengenali isu sejak dini dan mencegah krisis reputasi.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu praktisi humas memanfaatkan AI dan analitik Big Data dalam memantau percakapan publik, membaca sentimen, serta merumuskan rekomendasi strategi komunikasi berbasis data yang relevan bagi organisasi.

Selama pelatihan, para peserta mengikuti simulasi situasi nyata, seperti menentukan kata kunci pemantauan, mengidentifikasi tren, memetakan aktor berpengaruh, hingga menyusun respons awal krisis menggunakan teknik prompt engineering secara kritis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UB di bidang Digital Public Relations yang telah berjalan sejak 2024.

Dalam pelaksanaannya, FISIP UB berkolaborasi dengan Perhumas BPC Malang Raya, Parimaya, Kazee Digital, dan RVARE untuk memberikan perpaduan perspektif akademis dan pengalaman praktis industri.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan industri menjadi langkah penting agar pengembangan kompetensi humas dapat mengikuti perubahan lanskap komunikasi yang berlangsung sangat cepat,” kata Pia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *