Malanginspirasi.com – Prestasi membanggakan kembali diukir dunia pendidikan Indonesia. Ahmad Kautsar Al Ramadhani, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, berhasil meraih medali perunggu pada International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 di Uzbekistan.
Kautsar menjadi satu dari empat wakil Indonesia yang bersaing dengan ratusan peserta dari sekitar 90 negara. Tim Merah Putih sukses membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu yang dipersembahkan Kautsar. Raihan ini memperkuat posisi Indonesia di kancah olimpiade sains dunia.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, KH Ahmad Shamthon Masduki, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Mas Kautsar yang berhasil meraih medali perunggu di IChO Uzbekistan. Prestasi ini sangat membanggakan, tidak hanya bagi MAN 2 Kota Malang, tetapi juga bagi Kota Malang dan Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.
Menurut Shamthon, keberhasilan di level internasional membuktikan bahwa madrasah mampu mencetak generasi unggul yang kompetitif di panggung global. Ia berharap prestasi Kautsar menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengasah potensi akademik dan karakter.
Usai tiba kembali di Tanah Air dan disambut di Bandara Abdulrachman Saleh Malang pada Selasa (21/7/2026), Kautsar mengungkapkan rahasia di balik kesuksesannya. Ia menekankan pentingnya program pembinaan intensif yang diterapkan sekolahnya.
“Di MAN 2 Kota Malang ada program pembinaan intensif. Mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional (OSN), kami dibimbing setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB untuk mendalami materi dan latihan soal,” jelasnya.
Refreshing dengan Musik dan Game
Selain disiplin di sekolah, Kautsar juga menerapkan pola belajar seimbang di rumah. Ia lebih memilih memahami dan mereview materi yang belum dikuasai ketimbang sekadar menghafal. Untuk menjaga pikiran tetap segar, ia menyempatkan waktu bermain musik atau game sebagai refreshing.
Dukungan keluarga turut menjadi pilar utama. Ayahnya, Andika, yang menjemput di bandara, mengaku sangat bersyukur atas perjuangan anaknya.
“Kami mendukung semua yang dilakukan anak-anak. Rasa syukur tak terhingga atas prestasi yang diraih,” kata Andika.
Ia juga mengapresiasi peran guru dan pembimbing di MAN 2 Kota Malang yang konsisten mendampingi siswa baik secara akademik maupun pembentukan karakter.
Bagi Kautsar sendiri, medali perunggu itu bukan sekadar milik pribadi.
“Prestasi ini hasil kerja keras bersama, bimbingan para guru, dukungan sekolah, doa orang tua, dan semua pihak yang mendampingi saya,” ungkapnya.
Keberhasilan ini kembali menegaskan bahwa pendidikan madrasah Indonesia juga mampu bersaing di tingkat global.







